Wamendag sebut operasi pasar sukses tingkatkan daya beli masyarakat

19 hours ago 7

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri menyatakan bahwa operasi pasar pangan murah yang digelar pemerintah selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri 2025 terbukti berhasil meningkatkan daya beli masyarakat.

Wamendag mengatakan bahwa operasi pasar yang telah dilaksanakan tersebut memiliki tujuan utama untuk membantu masyarakat, terutama dalam menjaga daya beli menjelang perayaan Idul Fitri dan selama bulan puasa.

"Kemarin sudah terlaksana dengan baik, dengan sukses operasi pasar (pangan murah) dengan langkah-langkah kita sebetulnya untuk menaikkan daya beli masyarakat menjelang Idul Fitri, pas lagi kemarin bulan puasa gitu," kata Wamendag dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Dia menyebutkan bahwa operasi pasar pangan murah tersebut telah dilaksanakan secara maksimal di 3.992 titik yang tersebar di seluruh Indonesia, untuk memastikan distribusi pangan murah sampai ke daerah-daerah yang membutuhkan.

Wamendag juga mengaku bahwa pemantauan harga pangan juga terus dilakukan oleh pemerintah untuk memastikan agar harga tetap kondusif di seluruh wilayah Indonesia, dan tidak ada gejolak yang mengganggu kestabilan pasar.

Ia mengaku bahwa Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dalam memantau harga bahan pokok di pasar, karena banyak komoditas yang berada di bawah naungan Bapanas.

"Jadi intinya kalau untuk harga bahan pokok di pasar, kita akan berkoordinasi dengan Bapanas karena banyak sekali komoditas itu yang di bawah naungannya Badan Pangan Nasional," ucap Roro.

Menurutnya, saat harga dan stok pangan dalam situasi yang kondusif, namun dia menegaskan jika terjadi ketidakseimbangan harga, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bapanas untuk mengambil langkah-langkah yang tepat dan mengatasi permasalahan tersebut.

"Kami melakukan pemantauan juga, semuanya kondusif. Selebihnya kalau misalnya ada gejolak di harga, kita akan pantau dan kita akan koordinasi dengan Bapanas juga," kata Roro.

Diketahui, pemerintah sebelumnya telah menggelar operasi pasar pangan murah guna menjaga stabilitas dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) puasa Ramadhan hingga Idul Fitri 2025 dimulai sejak 24 Februari hingga 29 Maret 2025.

Operasi pasar pangan murah dilakukan di seluruh Indonesia dengan melibatkan ribuan gerai PT Pos Indonesia. Kemudian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan juga terlibat dalam menyuplai operasi pasar tersebut yakni Bulog, ID Food, Berdikari, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, dan PT Perkebunan Nusantara.

Sejumlah komoditas utama yang dijual di antaranya minyak goreng (Minyakita), bawang putih, gula konsumsi, daging kerbau beku, cabai rawit merah, telur ayam ras, termasuk beras SPHP sesuai dengan harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca juga: Bapanas: 1.540 ton beras SPHP terjual di Pasar Pangan Murah

Baca juga: Wamendag minta pelaku usaha distribusikan bahan pokok sesuai ketentuan

Baca juga: Wamentan: 2.818 kantor pos se-Indonesia sudah layani Operasi Pasar

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |