Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meresmikan relokasi delapan unit rumah bagi warga korban bencana longsor di wilayah Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pascabencana yang terjadi pada 5 Desember 2025.
Dia mengatakan bahwa relokasi rumah itu menjadi titik balik bagi para korban untuk memulai kehidupan baru di hunian yang lebih aman. Pihaknya, kata dia, ingin agar warga korban longsor itu hidup dengan tenang.
"Relokasi ini bukan hanya menghadirkan hunian yang lebih aman secara fisik, tetapi juga membawa harapan baru bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana," kata Cucun dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Rabu.
Adapun relokasi itu dilakukan dengan menyerahkan kunci rumah dan sertifikat hak milik secara langsung kepada para penerima manfaat, demi memastikan legalitas dan keamanan tempat tinggal bagi warga terdampak.
Selain itu, dia menyebut penyerahan rumah relokasi itu bertepatan dengan momen menjelang bulan suci Ramadhan. Dengan begitu, dia pun berharap relokasi itu menjadi momen istimewa agar masyarakat bisa menyambut bulan puasa dengan normal.
"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan relokasi ini. Semoga rumah baru ini menjadi awal kehidupan yang lebih baik dan penuh keberkahan," kata legislator yang berasal dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II itu.
Sebelumnya, longsor terjadi di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dalam peristiwa longsor itu, ada sebanyak 10 KK yang dievakuasi oleh aparat setempat.
Badan Geologi Kementerian ESDM pun merekomendasikan relokasi total bagi bangunan warga longsor itu, menyusul identifikasi jenis gerakan tanah tipe "rotasional" yang berpotensi tinggi memicu longsor susulan di kawasan tersebut.
Baca juga: DPR sebut insiden di NTT "pukulan berat", Komisi X segera telusuri
Baca juga: DPR sebut Thomas Djiwandono di BI akan jadi perekat fiskal dan moneter
Baca juga: Timwas DPR pastikan penanggulangan bencana longsor Pasirlangu optimal
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































