Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Produksi Film Negara (Persero) Riefian Fajarsyah mengkategorikan kehadiran film "Pelangi di Mars" di bioskop sebagai wajah baru perfilman Indonesia.
Pria yang akrab disapa Ifan Seventeen itu menarik garis sejarah perfilman dari tahun 1983, di mana saat itu Indonesia memiliki film kartun pertama berjudul "Si Huma" produksi PFN.
"Sejarah film animasi pertama di Indonesia itu dari tahun 1983, judulnya "Si Huma", produksinya PFN. Hari ini, sejarah pun akan kembali tercipta sebagai film hybrid animasi live-action pertama di Indonesia," kata Ifan saat acara konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat.
Ifan menegaskan bahwa film kerja sama Mahakarya Pictures, MBK Production dan PFN itu adalah karya hybrid (gabungan) animasi dan live action (pemeran manusia) pertama di Indonesia.
Baca juga: Terungkap, wajah pengisi suara robot-robot di film Pelangi di Mars
Ifan Seventeen juga membakar semangat masyarakat untuk kembali ke bioskop.
Ia meminta penonton untuk tidak melewatkan momen penting perkembangan teknologi film nasional itu.
"Teman-teman yang punya kesempatan untuk membeli tiket bioskop dan nonton, jangan sampai melewatkan sejarah," kata Ifan.
Bagi Ifan, proyek ini merupakan sebuah pencapaian besar yang sangat berarti. Film ini bukan hanya sekadar hiburan biasa bagi masyarakat Indonesia.
Baca juga: Kemenekraf dukung promosi film Pelangi di Mars bersama InJourney
"Kalau buat aku, ini bukan sekadar hiburan tapi sebuah tonggak sejarah perfilman Indonesia," tambahnya lagi.
Film "Pelangi di Mars" dijadwalkan tayang di seluruh bioskop pada momen Lebaran 2026 mendatang, tepatnya pada 18 Maret mendatang.
Film ini mengangkat kisah perjalanan seorang anak Indonesia yang terlahir di Planet Mars saat manusia diceritakan sedang mengemban misi penting di luar angkasa demi mengatasi krisis air di Bumi.
Dikembangkan selama lima tahun, produksi film "Pelangi di Mars" menggunakan teknologi Extended Reality (XR) untuk mendukung kedalaman penyampaian ceritanya.
Baca juga: Film "Pelangi di Mars" siap tayang di bioskop pada momen Lebaran 2026
Meskipun diproduksi di Studio DossGuavaXR dengan melibatkan animasi 3D dan robot interaktif, seluruh kecanggihan tersebut diposisikan semata-mata sebagai alat untuk memperkuat pesan dan emosi dalam film.
Narasi "Pahlawan lahir dari keberanian" menjadi napas utama dari setiap adegan yang dihasilkan melalui proses panjang selama bertahun-tahun.
Nilai kepahlawanan yang lahir dari keberanian itu sudah bisa dirasakan dari cuplikan (trailer)-nya.
Penonton diajak mengikuti kisah Pelangi, manusia pertama yang lahir di Mars, karena ia terdampar bersama ibunya, Pratiwi.
Bersama teman-teman robotnya melanjutkan misi ibu Pratiwi untuk menemukan mineral bernama Zeolith Omega yang dapat menjadi solusi untuk krisis air bersih di Bumi dan bertemu dengan ayah Pelangi.
Baca juga: Pembuat film kembangkan dunia "Pelangi di Mars" di platform Roblox
Pengisi suara robot Yoman dan Batik di film "Pelangi di Mars" Kristo Immanuel (kiri) dan Bimo Kusumo (kanan) saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (13/2/2026). ANTARA/Abdu FaisalSuasana pemutaran cuplikan (trailer) itu semakin semarak dengan kehadiran Messi Gusti (pemeran Pelangi) dan para pengisi suara robot yaitu Bimo Kusumo, Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Vanya Rivani, dan Dimitri Arditya.
Kejutan besar terjadi ketika lima robot dari film tersebut muncul secara nyata di lokasi acara, menyapa awak media dan memberikan pengalaman yang tak biasa saat memasuki dunia Pelangi di Mars.
Kristo Immanuel menyatakan kekagumannya terhadap kualitas yang tidak main-main dari proyek ini.
“Anak-anak dan orang-orang dewasa Indonesia layak mendapatkan konten berkualitas tinggi, dan Pelangi di Mars hadir untuk itu,” ujar Kristo.
Baca juga: Sutradara ceritakan proses produksi penuh eksperimen "Pelangi di Mars"
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































