Bandung (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyinggung soal kesadaran posisi menyikapi adanya selisih signifikan pada hasil survei tingkat kepuasan publik (approval rating) antara dirinya dengan Gubernur Dedi Mulyadi (KDM).
Berdasarkan data Indikator Politik Indonesia, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Dedi Mulyadi menyentuh angka 95,5 persen, sementara Erwan Setiawan berada di angka 55,3 persen. Menanggapi hal itu, Erwan mengutip filosofi tentang etika kepemimpinan.
"Kan sistem pemerintahan di kita ini, wakil tidak boleh melebihi kepala dan saya tahu diri. Istilah Bahasa Sunda Taktak ulah ngaluhuran sirah (pundak tidak boleh melebihi kepala)," ujarnya di Gedung Sate Bandung, Senin.
Erwan menjelaskan bahwa perbedaan persepsi publik tersebut merupakan hal wajar akibat pembagian porsi tugas yang berbeda.
Baca juga: Polda Jabar dampingi KDM jemput 12 wanita diduga korban TPPO di NTT
Menurutnya, selama ini Gubernur lebih banyak bergerak di lapangan menemui konstituen, sementara dirinya bertugas memastikan roda administrasi di kantor tetap berjalan.
"Kalau dua-duanya turun semua, bagaimana di kantor? Ya, saya kira wajar, enggak jadi masalah. Yang penting pemerintahan efektif dan berjalan dengan baik," ujarnya.
Ia menekankan bahwa tugas utamanya adalah menyokong gubernur dalam menyejahterakan masyarakat, dan bukan untuk bersaing secara popularitas, terlebih di tahun pertama kepemimpinan.
Dia juga secara tegas menepis isu keretakan hubungan akibat ketimpangan figur tersebut.
Baca juga: KDM jemput warganya yang jadi korban TPPO di Maumere, NTT
"Tujuan utama kita adalah bekerja. Untuk apa saya lebih dari atau sejajar dengan Pak Gubernur? Emang mau pecah kongsi? Kan enggak. Kami kan satu kesatuan," tuturnya.
Lebih lanjut, Erwan membantah adanya pengurangan porsi tugas. Ia menyatakan pendelegasian wewenang tetap berjalan proporsional, termasuk dalam urusan diplomasi internasional.
"Nggak juga. Tamu-tamu dari luar negeri saya yang selalu terima. Kan kalau di sini kosong siapa yang akan terima," tuturnya.
Baca juga: Safari Ramadan, KDM 'audit' terbuka APBD Kabupaten Bekasi
Baca juga: Menhub temui KDM perkuat pengawasan titik rawan mudik Lebaran di Jabar
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































