Wagub Jatim tinjau kesiapan Bandara Juanda hadapi arus balik Lebaran

17 hours ago 4

Surabaya (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau kesiapan Bandara Internasional Juanda dalam menghadapi arus balik Lebaran 2025 atau Idul Fitri 1446 Hijriah.

Dalam kunjungannya, Kamis (3/4) malam, Emil berdialog langsung dengan General Manager Angkasa Pura I Bandara Juanda terkait dampak cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang dan menimpa sejumlah kendaraan di area parkir bandara.

“Kami menanyakan langsung kepada Pak GM Angkasa Pura mengenai enam unit kendaraan yang terdampak. Pihak pengelola bandara dan parkir telah melakukan langkah mitigasi seperti pemotongan pohon dan dahan. Namun, angin yang terjadi memang sangat kencang. Kompensasi juga telah diberikan kepada pemilik kendaraan yang terdampak,” ujar Emil.

Terkait genangan air dan kerusakan jalan di akses masuk bandara, Emil menegaskan bahwa banjir tidak terjadi di dalam kawasan bandara, melainkan di jalur akses masuk akibat cuaca ekstrem.

“Banjir terjadi di akses masuk, bukan di dalam bandara. Ini sebelumnya hampir tidak pernah terjadi. Namun karena cuaca sangat ekstrem, kita akan evaluasi dan jika diperlukan bisa dilakukan modifikasi cuaca seperti pada saat Nataru 2024 lalu,” katanya.

Emil menambahkan bahwa BPBD Jawa Timur telah melakukan upaya pemompaan air untuk mempercepat surutnya genangan. Ia juga akan berkoordinasi dengan Bupati Sidoarjo guna mengidentifikasi titik-titik rawan banjir dan mencari solusi penanganannya.

“BPBD sudah berupaya melakukan pemompaan agar genangan cepat surut. Kami akan berkomunikasi dengan Bupati Sidoarjo untuk menelusuri titik rawan dan upaya yang bisa dilakukan. Pemerintah terus berikhtiar memperbaiki dari setiap kejadian,” ujar mantan Bupati Trenggalek tersebut.

Dalam tinjauan tersebut, Emil juga mengamati kondisi jalan keluar Terminal 2 Bandara Juanda yang sempat tergenang dan mengalami kerusakan.

Ia meminta Dinas Perhubungan untuk segera memasang penanda jalan seperti water barrier agar tidak membahayakan pengguna jalan.

“Alhamdulillah genangan di pintu keluar sudah surut. Namun, jalan yang rusak harus segera diberi tanda agar pengendara tidak celaka,” ucapnya.

Lebih lanjut, Emil menjelaskan bahwa Jawa Timur merupakan provinsi pengirim pemudik terbesar kedua setelah Jawa Barat, serta menjadi provinsi penerima pemudik terbesar kedua setelah Jawa Tengah. Hal ini menyebabkan kepadatan arus balik terjadi di semua moda transportasi, baik darat, laut, udara, maupun kereta api.

“Kepadatan arus balik sudah terasa. Penerbangan dari Surabaya ke berbagai destinasi penuh. Saya sendiri dari Jakarta ke sini pesawatnya penuh. Jawa Timur menyumbang seperempat dari total arus mudik nasional,” paparnya.

Puncak arus balik Lebaran 2025 diperkirakan terjadi pada 5–8 April. Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan sejumlah kebijakan guna memastikan arus balik berjalan aman, lancar, dan nyaman.

Emil pun mengimbau masyarakat yang akan kembali ke daerah tujuan untuk datang lebih awal ke Bandara Juanda agar terhindar dari antrean panjang dan potensi tertinggal pesawat.

“Lebih baik datang lebih awal daripada terjebak antrean. Fasilitas bandara sudah siap, mulai dari tenant makanan hingga area istirahat. Check-in counter dan keamanan juga telah dioptimalkan,” tutur Emil.

Baca juga: Pemudik diimbau hindari puncak arus balik dengan pulang lebih awal

Baca juga: Arus balik penyeberangan Situbondo-Madura meningkat signifikan

Baca juga: Puncak arus balik Ketapang-Gilimanuk diperkirakan pada 5-7 April

Pewarta: Willi Irawan/Faizal Falakki
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |