Jakarta (ANTARA) - Pemain timnas U-17 Indonesia Evandra Florasta mengakui dirinya gemetar saat mengambil tendangan penalti pada laga melawan Korea Selatan U-17 di Stadion Prince Abdullah Al Faisal, Jeddah, Arab Saudi, Jumat.
Pada pertandingan perdana Grup C Piala Asia U-17-2025 itu, Evandra berkesempatan mengeksekusi penalti yang didapatkan Indonesia pada menit ke-90+1 menyusul handball pemain pemain Korea Selatan di kotak terlarang dari bola sentuhan Mathew Baker.
"Perasaan saya sendiri yang menendang sangat deg-deg an, gemetar aslinya. Tapi di situ saya berusaha menenangkan diri dan tarik napas," kata Evandra setelah pertandingan melalui rekaman audio yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Evandra menarik napasnya dalam-dalam untuk tenang menendang penalti. Namun, sayangnya penaltinya gagal setelah Park Dohun membacanya dengan baik.
Beruntungnya, Evandra bereaksi cepat setelah mengetahui tendangan kaki kirinya gagal. Pada kesempatan kedua ketika mendapatkan bola rebound, ia tak menyia-nyiakannya untuk merobek gawang Taeguk Warriors Muda.
"Saya lihat itu tidak gol dan itu saya cepat-cepat cari bola lagi dan alhamdulillahnya bolanya menuju saya lagi. Saya nendang dan akhirnya gol," kata pemain 16 tahun kelahiran 17 Juni 2008 tersebut.
Baca juga: Indonesia kalahkan Korsel 1-0 pada laga perdana Piala Asia U-17
Ketika ditanya bagaimana jalannya pertandingan, Evandra mengakui sangat sulit melawan Korea Selatan yang terus memberikan gempuran sepanjang pertandingan.
Statistik yang diunggah Instagram timnas Indonesia mencatat dominasi Korea Selatan pada pertandingan ini adalah menguasai bola sebanyak 68 persen dan menciptakan 21 tembakan yang tiga di antaranya tepat sasaran.
Sementara untuk Indonesia, mereka hanya mencatatkan 32 persen penguasaan bola dengan dua tembakan tepat sasaran dari total lima tembakan. Adapun, dua tembakan tepat sasaran dihasilkan oleh Evandra pada kesempatan penalti dan saat dirinya mencetak gol.
"Ya pertandingan hari ini sangat-sangat sulit, tapi alhamdulillahnya kita bisa berhasil menahan gempuran serangan dari Korea dan alhamdulillah di menit akhir kita mendapatkan penalti dan bisa memaksimalkan gol itu," tutur Evandra.
Kemenangan ini untuk sementara membawa Garuda Muda memuncaki klasemen Grup C dengan tiga poin. Evandra dan kawan-kawan akan melakoni laga kedua melawan Yaman U-17 pada Senin (7/4) pukul 22.00 WIB di Stadion Prince Abdullah Al Faisal, dimana kemenangan pada laga ini akan langsung memastikan tiket Piala Dunia U-17 2025 yang digelar di Qatar.
"Untuk persiapan, lebih dipersiapin lagi melawan Yaman karena di pertandingan ini kita sedikit kurang maksimal. Besok kita memulai latihan, kita akan menganalisis tim Yaman mainnya gimana," tutup Evandra.
Baca juga: Erick Thohir sebut kemenangan Indonesia atas Korsel diraih tidak mudah
Baca juga: Nova Arianto bersyukur setelah Indonesia kalahkan Korea Selatan
Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2025