Jakarta (ANTARA) - Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama finis di posisi kedelapan pada balapan Kejuaraan Dunia Moto3 Grand Prix Jerman di Sirkuit Sachsenring, Minggu, setelah memulai perlombaan dari urutan ke-13.
Pembalap Honda Team Asia itu mampu memperbaiki lima posisi dan membawa pulang delapan poin. Hasil tersebut membuat Veda naik ke peringkat keenam klasemen sementara Moto3 dengan koleksi 90 poin.
Brian Uriarte keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan pemimpin klasemen Maximo Quiles dalam persaingan ketat hingga garis finis.
Memulai balapan dari posisi terdepan, Uriarte sempat membangun keunggulan pada awal perlombaan. Namun, Quiles secara perlahan memangkas jarak dan menjadi satu-satunya pembalap yang mampu mengikuti kecepatannya di kelompok terdepan.
Uriarte kemudian mempertahankan posisi pertama hingga finis dengan keunggulan hanya 0,063 detik atas Quiles. Kemenangan tersebut menjadi kemenangan kedua pembalap Red Bull KTM Ajo itu pada musim ini setelah sebelumnya berjaya pada Grand Prix Italia di Mugello.
Baca juga: Veda Ega Pratama bawa modal positif menuju Moto3 GP Jerman
Matteo Bertelle melengkapi podium setelah memenangi persaingan ketat melawan Marco Morelli dan Rico Salmela. Bertelle hanya unggul 0,007 detik atas Morelli yang finis keempat, sedangkan Salmela menempati posisi kelima.
Adrian Fernandez mengakhiri perlombaan di urutan keenam, disusul Jesus Rios dan Veda. Ryusei Yamanaka serta Eddie O'Shea melengkapi posisi 10 besar.
Balapan juga diwarnai sejumlah insiden. Adrian Cruces dan Joel Esteban terlibat kecelakaan di Tikungan 7 dan dibawa ke pusat medis dalam kondisi sadar, sedangkan Alvaro Carpe kehilangan peluang meraih podium setelah melebar di Tikungan 8.
Tambahan 20 poin dari posisi kedua membuat Quiles semakin kokoh di puncak klasemen dengan 231 poin. Uriarte naik ke posisi kedua dengan 127 poin atau tertinggal 104 poin dari Quiles.
Baca juga: Veda gagal finis di Moto3 Belanda, Quiles keluar sebagai pemenang
Baca juga: Veda Ega Pratama tempati posisi kelima Moto3 GP Ceko 2026
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































