Unpatti tanam 500 bibit pohon untuk lestarikan lingkungan

3 hours ago 1

Ambon (ANTARA) - Universitas Pattimura (Unpatti) Maluku melakukan penanaman 500 bibit pohon dalam rangka memperingati Dies Natalis Ke-63 sebagai wujud komitmen kampus terhadap pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim di daerah itu.

Rektor Unpatti Freddy Leiwakabessy di Ambon, Rabu, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari refleksi perjalanan institusi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Momentum Dies Natalis Ke-63 ini kami maknai bukan hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai komitmen untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Maluku,” ujarnya.

Dia mengatakan, penanaman pohon memiliki arti strategis bagi Maluku sebagai daerah kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

Menurut dia, kondisi geografis Maluku yang didominasi wilayah pesisir, perbukitan, dan pulau-pulau kecil menjadikan keberadaan pohon dan kawasan hijau sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

“Penanaman pohon di Maluku bukan sekadar seremoni, tetapi kebutuhan ekologis. Pohon berperan menyerap karbon, menjaga kualitas udara, sekaligus memperkuat daya dukung lingkungan terhadap ancaman perubahan iklim,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara ilmiah hutan tropis mampu menyimpan cadangan karbon dalam jumlah besar, sehingga kegiatan penghijauan menjadi bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat daerah.

Selain itu, lanjutnya, akar pohon membantu menahan erosi dan mengurangi risiko banjir serta longsor, terutama di wilayah-wilayah dengan topografi miring seperti di Kota Ambon dan sejumlah daerah lain di Maluku.

Baca juga: Wakil Rektor: Unpatti harus berkontribusi jaga kualitas lingkungan

Rektor juga menekankan pentingnya menjaga daerah resapan air melalui penanaman pohon guna memastikan ketersediaan air bersih tetap terjaga sepanjang tahun, khususnya saat musim kemarau.

“Sebagai institusi pendidikan, kami memiliki tanggung jawab moral untuk mengedukasi masyarakat bahwa menjaga lingkungan adalah investasi jangka panjang. Pohon yang ditanam hari ini akan memberi manfaat ekologis dan ekonomis bagi generasi mendatang,” katanya.

Kegiatan penanaman 500 bibit pohon itu turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie.

Sadali menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut dan menekankan bahwa gerakan penanaman pohon harus menjadi langkah berkelanjutan, bukan sekadar seremoni.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, kami mengapresiasi gerakan penanaman ini. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi wujud komitmen bersama menjaga lingkungan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa dari 500 bibit pohon yang ditanam, minimal 75 persen diharapkan tumbuh dengan baik sehingga diperlukan pengawasan dan penyediaan bibit cadangan untuk penyulaman.

“Kalau kita tanam 500 bibit pohon, kita berharap minimal 75 persen tumbuh dengan baik. Oleh karena itu, perlu pengawasan dan bibit cadangan untuk mengganti yang tidak tumbuh,” ujarnya.

Menurut dia, hutan tropis memiliki peran strategis sebagai penyerap karbon karena mampu menyimpan antara 30 hingga 250 ton karbon per hektare tergantung jenis dan kondisinya, sehingga kegiatan penghijauan menjadi bagian penting dari mitigasi perubahan iklim.

“Pohon memiliki fungsi ekologis dan ekonomis. Pohon yang kita tanam hari ini bukan hanya memberikan kehijauan, tetapi juga berkontribusi menyerap karbon yang berdampak pada perubahan iklim,” katanya.

Baca juga: Unpatti lakukan kajian hukum berwawasan lingkungan

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Provinsi Maluku melalui dinas teknis terkait akan menyiapkan tambahan 100 bibit pohon guna memperkuat gerakan penghijauan tersebut.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |