UIN Ar-Raniry-Badan Bahasa perkuat literasi

1 week ago 6

Banda Aceh (ANTARA) - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menjalin kerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) guna memperkuat pengembangan bahasa Indonesia di lingkungan akademik dan masyarakat.

“Kerja sama ini mencakup sejumlah program strategis, seperti peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui seminar, lokakarya, dan diskusi kelompok terpumpun atau Focus Group Discussion (FGD),” kata Rektor UIN Ar Raniry, Prof Mujiburrahman di Banda Aceh, Selasa.

Ia menjelaskan kesepakatan kerja sama tersebut juga meliputi pengabdian kepada masyarakat, pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), kajian kebahasaan, program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), layanan penerjemahan, hingga pembinaan bahasa hukum.

“Penguatan aspek kebahasaan menjadi bagian penting dalam pengembangan kampus, terutama untuk mendukung visi internasionalisasi,” katanya.

Ia menyebut UIN Ar-Raniry saat ini tengah mengembangkan lembaga bahasa dengan dukungan kerja sama internasional melalui Mohamed Bin Zayed University for Humanities UEA, termasuk peningkatan fasilitas laboratorium, kurikulum, serta kapasitas dosen.

Baca juga: Tandatangani PKS, Kemendikdasmen perkuat martabat bahasa persatuan

“Ke depan, penguasaan bahasa, terutama bahasa Arab dan Inggris, menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat global, termasuk dalam menjawab peluang kerja di kawasan Timur Tengah,” ujar Mujiburrahman.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan Badan Bahasa membuka peluang lebih luas dalam pengembangan literasi, riset kebahasaan, serta penguatan kapasitas mahasiswa dan masyarakat Aceh.

Pusat Layanan Internasional UIN Ar-Raniry juga aktif mengembangkan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) bagi mahasiswa asing bekerja sama dengan Balai Bahasa Aceh.

“Melalui Program Studi Ilmu Perpustakaan, kami juga rutin mengirim mahasiswa untuk magang di perpustakaan Balai Bahasa Aceh dalam beberapa tahun terakhir,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin menegaskan pentingnya penguatan literasi dan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, khususnya di ruang akademik dan publik.

Baca juga: BPPB gaungkan Bahasa Indonesia di dunia internasional

Ia menyatakan Badan Bahasa siap mendukung program internasionalisasi kampus melalui penguatan BIPA, fasilitasi penerjemahan, serta peningkatan kompetensi mahasiswa melalui UKBI.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan literasi, kemahiran berbahasa, serta pemanfaatan bahasa Indonesia di berbagai sektor,” ujar Hafidz.

Badan Bahasa juga mendorong keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam berbagai program kebahasaan, termasuk magang, pendampingan masyarakat, serta penguatan budaya literasi.

Pihaknya berharap kerja sama tersebut dapat meningkatkan kualitas penggunaan bahasa Indonesia secara akademis, profesional, dan sosial, sekaligus memperkuat posisi Aceh dalam pengembangan kebahasaan di tingkat nasional.

Baca juga: Badan Bahasa-DWP Kemendikdasmen perkuat pemberdayaan perempuan

Pewarta: M Ifdhal
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |