Trip.com kena denda Rp13,7 triliun di China atas monopoli hotel

1 week ago 6

Jakarta (ANTARA) - Pihak berwenang di China menjatuhkan denda dan menyita total 770 juta dolar AS atau sekitar Rp13,7 triliun pada platform perjalanan daring Trip.com karena menyalahgunakan posisi dominannya di pasar pemesanan hotel online domestik.

Menurut siaran Channel News Asia pada Sabtu (25/7) waktu setempat, Trip.com menggunakan mekanisme alokasi lalu lintas, aturan platform, dan langkah-langkah teknis untuk membuat kesepakatan eksklusif dengan beberapa hotel karena berupaya menawarkan harga terendah, kata regulator tersebut.

Maka dari itu, Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar (SAMR) menyita 1,66 miliar yuan keuntungan ilegal dan menjatuhkan denda sebesar 3,52 miliar yuan.

SAMR juga memerintahkan Trip.com untuk mengembalikan uang muka pemesanan sebesar 122 juta yuan yang menurutnya telah ditahan perusahaan dari operator hotel.

Baca juga: Desa kuno China kembangkan wisata berbasis budaya etnis

Praktik-praktik tersebut merugikan persaingan dan konsumen dengan membatasi kemampuan hotel untuk beroperasi di berbagai platform dan menetapkan harga mereka sendiri, kata lembaga tersebut dalam sebuah pernyataan di situs resminya.

Di samping itu, perwakilan Trip.com menyatakan akan merefleksikan diri dari kejadian tersebut.

"Kami dengan tulus menerima dan akan sepenuhnya mematuhinya, dan akan secara ketat mengikuti persyaratan regulator untuk secara sistematis menerapkan setiap langkah perbaikan, memastikan bahwa semua langkah dilakukan secara efektif," kata perusahaan.

China memulai penyelidikan antimonopoli pada bulan Januari setelah adanya keluhan bahwa Trip.com telah memberlakukan persyaratan yang tidak adil pada hotel dan memanipulasi harga.

Hukuman ini diberikan seiring dengan upaya Beijing untuk mengekang persaingan tidak sehat di antara platform internet dan persaingan harga yang berlebihan yang menurut pihak berwenang telah merugikan bisnis dan memicu tekanan deflasi.

Baca juga: Menelusuri destinasi wisata Kawasan Tua Qilou di Haikou

Baca juga: Wisata kota kuno dan budaya imersif jadi tren baru industri rekreasi di China

Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |