Jakarta (ANTARA) - Director of Transportation tiket.com Andi Hendrawan membeberkan bahwa tren mudik di tahun 2026 telah mengalami perubahan yang signifikan baik dari sisi waktu pemesanan tiket hingga moda transportasi yang digunakan.
“Jadi ada perubahan yang cukup signifikan dari tren masyarakat kita untuk menjalani mudik ini, karena mudik kan tidak hanya istilahnya pulang kampung. Cuma kadang-kadang masyarakat juga memanfaatkan periode momen ini untuk liburan di situ,” kata Andi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Mengutip hasil survei YouGov Indonesia, Andi menyampaikan pada tahun 2025 sebanyak 38 persen masyarakat terpantau masih sering memesan tiket transportasi untuk mudik satu minggu sebelum waktu keberangkatan. Dengan periode mudik rata-rata pada saat H-2 sampai H-6 sebelum Lebaran tiba.
Baca juga: tiket.com raih penghargaan dari Vietnam Airlines
Baca juga: Lima hotel yang ramah "anabul" untuk liburan akhir tahun
Berbeda dengan tahun 2026 dimana menurut pantauan tiket.com, tren pemesanan tiket pesawat jelang libur Lebaran selama periode minggu pertama bulan Januari hingga minggu kedua Februari mengalami peningkatan.
“Kenaikan pemesanan tiket pesawat itu naik sekitar 50 persen, kemudian untuk kenaikan tiket kereta api sebesar 56 persen,” ujar Andi.
Berikutnya Andi menyebut selama periode mudik terdapat beberapa daerah yang diprediksi akan dipadati oleh pemudik seperti Yogyakarta, Surabaya, Medan dan Pekanbaru.
Sedangkan untuk daerah favorit untuk mendapatkan hiburan seperti Bali untuk penumpang pesawat. Pada rute kereta api, daerah yang jadi favorit yakni Yogyakarta, Semarang, Cirebon dan Surabaya.
Menurutnya, salah satu faktor dari tingginya antusias masyarakat untuk mengikuti mudik Lebaran tahun ini adalah adanya stimulus dari pemerintah baik dari sisi pajak maupun upaya untuk menurunkan harga tiket.
“Kemudian kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya tentunya harganya relatif lebih murah. Kita lihat dengan stimulus harga ini, kenaikan transaksi pada saat semenjak diumumkan, kenaikan transaksi untuk periode Lebaran, untuk date of travelling atau tanggal perjalanan periode Lebaran itu naik signifikan, hampir dua kali lipat dari periode sebelumnya,” katanya.
Baca juga: OTA nilai fleksibiltas jadi fondasi perjalanan hadapi ketidakpastian
Baca juga: Minat masyarakat terhadap hiburan tercatat tinggi saat liburan sekolah
Baca juga: Wisatawan masa kini peduli praktik ramah lingkungan saat liburan
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































