Jakarta (ANTARA) - Tren penjualan emas perhiasan di sejumlah toko di Jakarta meningkat menjelang Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi, seiring kebutuhan masyarakat untuk memenuhi belanja Hari Raya dan berbagai keperluan lainnya pada momen tersebut.
Salah satu pemilik Toko Bukit Emas di kawasan Cikini Gold Center, Jakarta, Juwita mengatakan tren penjualan emas mulai terasa meningkat sekitar dua minggu sebelum Lebaran, dengan jumlah penjual yang datang semakin bertambah setiap harinya.
"Lumayan banyak yang datang jual emas perhiasan. Kayaknya dua minggu sebelum Lebaran sih udah mulai rame," kata Juwita ditemui ANTARA di sela melayani calon pembeli emas di Jakarta, Kamis.
Ia menyebutkan, peningkatan itu tergolong lumayan ramai dibandingkan hari biasa, karena banyak masyarakat memanfaatkan emas sebagai aset yang dapat dicairkan untuk memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran.
Baca juga: Kamis pagi harga emas UBS dan Galeri24 kompak naik
Menurutnya, momen Lebaran sering dimanfaatkan masyarakat menjual emas perhiasan untuk berbagai keperluan, termasuk belanja kebutuhan Hari Raya hingga persiapan acara setelah Lebaran seperti rencana pernikahan atau kegiatan lainnya.
"Ini kan ada momen-momen Lebaran jadi kan orang pasti mau kayak buat belanja gitu-gitu sih. Kemudian biasanya kalau momen-momen setelah Lebaran tuh katanya orang bagus untuk nikah atau apa, jadi ya lumayan rame (orang menjual emas)," tuturnya.
Jenis emas yang dijual pun beragam, mulai dari perhiasan seperti cincin, gelang, dan kalung, hingga emas batangan yang juga turut dijual oleh sebagian masyarakat ke toko emas.
Dalam satu hari, Juwita memperkirakan terdapat sekitar empat hingga lima orang yang datang untuk menjual emas mereka, dengan tren yang terus meningkat mendekati hari raya Lebaran.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































