Tradisi pengambilan tujuh sumber mata air di Semarang

4 hours ago 1
  • Minggu, 14 Juni 2026 20:37 WIB

Sejumlah warga membawa kendi berisi air dalam prosesi tradisi pengambilan tujuh sumber tirta (air suci) di Desa Wisata Goa Kreo, Gunung Pati, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (14/6/2026). Tradisi turun temurun yang diikuti masyarakat di desa wisata tersebut digelar untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H sekaligus sebagai ungkapan wujud rasa syukur kepada Tuhan atas kelimpahan sumber mata air bersih dan mengenalkan tradisi kepada generasi muda serta mempromosikan potensi wisata melalui budaya kearifan lokal. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.ANTARA FOTO/Makna Zaezar (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

Sejumlah warga membasuh muka menggunakan air yang diambil dalam prosesi tradisi pengambilan tujuh sumber tirta (air suci) di Desa Wisata Goa Kreo, Gunung Pati, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (14/6/2026). Tradisi turun temurun yang diikuti masyarakat di desa wisata tersebut digelar untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H sekaligus sebagai ungkapan wujud rasa syukur kepada Tuhan atas kelimpahan sumber mata air bersih dan mengenalkan tradisi kepada generasi muda serta mempromosikan potensi wisata melalui budaya kearifan lokal. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.

Sejumlah warga memindahkan air menggunakan kendi dalam prosesi tradisi pengambilan tujuh sumber tirta (air suci) di Desa Wisata Goa Kreo, Gunung Pati, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (14/6/2026). Tradisi turun temurun yang diikuti masyarakat di desa wisata tersebut digelar untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H sekaligus sebagai ungkapan wujud rasa syukur kepada Tuhan atas kelimpahan sumber mata air bersih dan mengenalkan tradisi kepada generasi muda serta mempromosikan potensi wisata melalui budaya kearifan lokal. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.

Tradisi pengambilan tujuh sumber mata air di Semarang. Seorang warga mengambil air menggunakan kendi dalam prosesi tradisi pengambilan tujuh sumber tirta (air suci) di Desa Wisata Goa Kreo, Gunung Pati, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (14/6/2026). Tradisi turun temurun yang diikuti masyarakat di desa wisata tersebut digelar untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H sekaligus sebagai ungkapan wujud rasa syukur kepada Tuhan atas kelimpahan sumber mata air bersih dan mengenalkan tradisi kepada generasi muda serta mempromosikan potensi wisata melalui budaya kearifan lokal. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |