Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) akan melarang sampah dari luar Pondok Kopi masuk ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) Rawadas di Duren Sawit untuk penertiban dan bagian dari upaya mengurangi penumpukan residu tersebut.
"Kami akan melakukan monitoring ketat terhadap gerobak-gerobak sampah yang masuk ke TPS ini, khususnya yang berasal dari luar wilayah. Ke depan tidak boleh lagi ada yang buang sampah dari luar ke Pondok Kopi," kata Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Timur Julius Monangta saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Sementara itu, menurut Lurah Pondok Kopi Sandy Adamsyah di TPS Rawadas, penertiban tersebut sebagai langkah tegas untuk mengatasi persoalan tumpukan sampah setinggi dua sampai empat meter.
Menurut Sandy, penumpukan sampah tidak hanya disebabkan oleh keterlambatan pengangkutan akibat gangguan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.
"Saya melihat penumpukan bukan hanya faktor gangguan di TPST Bantar Gebang saja, tetapi juga karena adanya pembuangan sampah dari luar kelurahan ke TPS Rawadas ini, sehingga menumpuk," jelas Sandy.
Baca juga: Sudin LH angkut tumpukan sampah di sekitar Pasar Kopro Jakbar
Keterbatasan luas TPS Rawadas membuat lokasi tersebut tidak mampu menampung volume sampah yang berlebih. Kondisi ini diperparah jika sampah dari luar wilayah terus masuk tanpa pengendalian.
Sebagai solusi jangka panjang, tambahnya, pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH) untuk mengevaluasi keberadaan TPS Rawadas.
Salah satu opsi yang sedang dibahas yakni penutupan TPS tersebut dan pengalihan pengelolaan sampah ke TPS lain yang dinilai lebih representatif, seperti di wilayah RW 04.
"Kita sedang koordinasikan kemungkinan TPS Rawadas ini ditutup dan difokuskan ke lokasi lain agar pengawasan lebih mudah dan tidak terjadi penumpukan seperti sekarang," katanya.
Sementara itu, untuk penanganan jangka pendek, LH telah menyiapkan empat unit truk sampah guna mengangkut timbunan sampah yang ada.
Baca juga: Tumpukan sampah di sekitar Pasar Kopro Jakbar kembali resahkan warga
Petugas Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) juga dikerahkan untuk membantu proses pembersihan di lapangan.
Langkah percepatan ini dilakukan agar dampak penumpukan sampah tidak meluas, terutama terhadap aktivitas warga.
Ia juga memastikan kondisi tersebut tidak sampai mengganggu mobilitas maupun menimbulkan genangan di sekitar lokasi.
"Dengan kombinasi penanganan cepat dan kebijakan pembatasan sumber sampah, kami berharap persoalan klasik penumpukan sampah di TPS Rawadas dapat diatasi secara menyeluruh dan berkelanjutan," ujar Sandy.
Sebelumnya, tumpukan sampah menggunung di TPS itu akibat krisis pengangkutan sampah di lokasi itu.
Baca juga: Empat hari diangkut, sampah di Pasar Induk Kramat Jati belum surut
"Hari ini menumpuk seperti ini karena tidak ada truk yang merapat ke TPS. Sehingga sampah menumpuk hingga setinggi dua sampai empat meter," kata Ketua RW 02 Pondok Kopi Ninu Hadi Purwanto.
Hadi menyebut, sampah dari warga terus menumpuk tanpa bisa segera diangkut ke TPST Bantar Gebang.
Selain itu, penumpukan sampah terjadi karena aktivitas pengangkutan terhenti sementara. Petugas kebersihan terpaksa menumpuk sampah di TPS agar pelayanan kepada warga tetap berjalan.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































