TNI AD bangun jembatan di Kecamatan Ketol

2 days ago 2

Aceh Tengah (ANTARA) - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) membangun jembatan penghubung empat desa di kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Aceh, Jumat.

Jembatan yang dibangun ini merupakan jembatan gantung untuk mengantisipasi jembatan darurat yang telah dibangun terdampak arus air sungai yang kini debitnya sudah mulai tinggi setelah curah hujan yang cukup tinggi selama tiga hari terakhir.

"Sebagai mana kita lihat di sebelah sana ada pembangunan jembatan gantung yang dibangun oleh TNI Angkatan Darat. Jembatan gantung ini ditargetkan awal bulan Maret, mudah-mudahan 6 Maret sudah bisa kami resmikan dimana progresnya saat ini sudah hampir mencapai 60 persen," kata Dandim 0106 Aceh Tengah Letkol. Infantri Raden Herman Sasmita, kepada ANTARA, Jumat.

"Tetapi meskipun jembatan ini sudah berproses kami juga lihat di sebelah sana itu sudah ada jembatan darurat yang juga dibuang oleh TNI Angkatan Darat," imbuhnya.

Jembatan penghubung ini menghubungkan total empat desa yakni desa Burlah, Kekuyang, Bugeara, dan Bintang Pepara yang masuk dalam Kecamatan Ketol.

Akses jalan yang rusak ini mengakibatkan sejumlah bantuan yang diberikan cukup kesulitan untuk menjangkau empat desa tersebut karena debit air di sungai Kelali cukup deras mengingat curah hujan yang tinggi di kawasan Aceh Tengah selama tiga hari terakhir.

"Seperti kemarin ada truk yang mengantar bantuan daripada rekan-rekan donatur terhenti di Sungai Kelali itu, itu salah satu contoh. Tetapi perhatian masyarakat semuanya tertumpu kepada saudara kita di sana sehingga mereka memang tidak sendirian," ujar Herman.

Herman mengaku kendala yang didapati oleh TNI untuk membangun jembatan ini yakni akses untuk mengirimkan alat berat karena kondisi jalan yang sulit dilalui.

"Menyangkut dengan kendala yang kami hadapi dalam membuka akses ini adalah memang terutama sekali dari segi peralatan, alat berat tadi selain untuk membuka akses sampai sekarang seperti yang kita lihat," ungkap Herman.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah Andalika mengkonfirmasi bahwa terdapat total delapan desa masih terisolir akibat dampak bencana Sumatera.

Baca juga: Periset BRIN sebut ekoteologi jadi solusi trauma ganda pascabencana

Baca juga: Dinkes Aceh Tamiang catat 14.143 kasus ISPA pascabanjir bandang

Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |