Chengdu (ANTARA) - Tiga puluh bayi panda raksasa dikumpulkan di Pusat Konservasi dan Penelitian Panda Raksasa China serta Basis Penelitian dan Penangkaran Panda Raksasa Chengdu baru-baru ini untuk menyampaikan ucapan selamat Festival Musim Semi, atau Tahun Baru Imlek, di Provinsi Sichuan, China barat daya. Secara total, ada 45 bayi panda raksasa yang dilahirkan di dua pusat penangkaran tersebut pada 2025. Mari simak selengkapnya melalui rangkaian foto berikut ini.
Seekor bayi panda raksasa terlihat dalam acara penampilan bersama yang digelar untuk merayakan Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek di Basis Penelitian dan Penangkaran Panda Raksasa Chengdu di Chengdu, Provinsi Sichuan, China barat daya, pada 4 Februari 2026. (Xinhua/Xu Bingjie)
Seekor bayi panda raksasa terlihat dalam acara penampilan bersama yang digelar untuk merayakan Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek di Basis Penelitian dan Penangkaran Panda Raksasa Chengdu di Chengdu, Provinsi Sichuan, China barat daya, pada 4 Februari 2026. (Xinhua/Xu Bingjie)
Seekor bayi panda raksasa terlihat dalam acara penampilan bersama yang digelar untuk merayakan Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek di Basis Penelitian dan Penangkaran Panda Raksasa Chengdu di Chengdu, Provinsi Sichuan, China barat daya, pada 4 Februari 2026. (Xinhua/Xu Bingjie)
Sejumlah bayi panda raksasa terlihat dalam acara penampilan bersama yang digelar untuk merayakan Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek di Basis Penelitian dan Penangkaran Panda Raksasa Chengdu di Chengdu, Provinsi Sichuan, China barat daya, pada 4 Februari 2026. (Xinhua/Xu Bingjie)
Seekor bayi panda raksasa terlihat dalam acara penampilan bersama yang digelar untuk merayakan Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek di Basis Penelitian dan Penangkaran Panda Raksasa Chengdu di Chengdu, Provinsi Sichuan, China barat daya, pada 4 Februari 2026. (Xinhua/Xu Bingjie) Pewarta: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































