Jakarta (ANTARA) - Timnas bola basket putri Indonesia tidak ingin larut dalam euforia setelah mengalahkan Thailand 61-52 pada pertandingan Grup A Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Aichi International Arena, Kota Nagoya, Prefektur Aivhi, Jepang, Kamis.
Forward Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma menyatakan laga kontra Thailand telah menjadi salah satu target yang dibangun tim sejak masa persiapan, karena itu para pemain berusaha tampil maksimal sejak awal pertandingan untuk membalas kekalahan di SEA Games 2025 Thailand.
"Jadi kami datang ke pertandingan dengan motivasi memberikan yang terbaik dan ini (melawan Thailand) adalah pertandingan pertama kami," kata dia.
Pemain yang kerap disapa Ayu itu menyatakan timnya tidak ingin kehilangan fokus. Indonesia masih harus menghadapi China dalam laga selanjutnya, pada Senin (21/9).
Baca juga: Kimberley cetak double-double untuk Indonesia ungguli Thailand
Dia menilai tim perlu menjaga konsentrasi dan melakukan evaluasi. Baginya kemenangan atas Thailand hanya sebuah pijakan bagus untuk menghadapi tantangan berikutnya di multievent olahraga terbesar se-Asia itu.
Ayu mengapresiasi dukungan penyelenggara terhadap kebutuhan timnas selama berada di Nagoya. Selain itu dukungan masyarakat Indonesia yang hadir langsung turut memberikan pengalaman positif bagi para pemain.
Menurut Ayu, antusiasme penonton menjadi motivasi bagi tim untuk terus tampil maksimal. Dia berharap dukungan tersebut terus hadir sepanjang perjuangan Indonesia di Asian Games 2026.
Sebab, lawan berikutnya adalah China yang secara statistik jauh di atas Thailand maupun Indonesia. Sesuai pernyataan pelatih, tambah dia, laga itu dipastikan berlangsung lebih ketat dari sebelumnya.
Sementara itu, kemenangan tersebut menjadi modal positif bagi Indonesia dalam persaingan di Grup A Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Di grup tersebut, Indonesia tergabung bersama Thailand dan China.
Baca juga: Timnas bola basket putri main lepas saat kalahkan Thailand
Baca juga: Pelatih timnas bola basket putri: Kami sukses revans lawan Thailand
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































