Bagus Khoirunas, jurnalis foto berprestasi yang selalu dirindukan

3 hours ago 4
Bagus, kamu pulang ya, udah terlalu lama mainnya. Kita jalan-jalan lagi, kita ke Seribu lagi, kita bancakan lagi ya, Pulang Gus, pulanglah

Pandeglang, Banten (ANTARA) - Untuk menjadi seorang jurnalis di sebuah kantor berita, seseorang dituntut memiliki kecerdasan, kreativitas, dan etos kerja di atas rata-rata.

Bahkan, tak jarang mereka harus siap bergelud dengan tantangan ekstrem di lapangan. Meninggalkan rumah berhari-hari untuk menjelajahi hutan, mendaki gunung, hingga menyeberangi samudera lepas guna menyiarkan informasi penting hasil peliputan secara cepat dan tepat ke seantero dunia sudah menjadi bagian dari tanggung jawab profesi tersebut.

​Bahkan, tidak jarang mereka harus siap bergelut dengan tantangan ekstrem di lapangan. Meninggalkan rumah berhari-hari demi menjelajahi hutan, mendaki gunung, hingga menyeberangi samudra lepas untuk menyiarkan informasi penting secara cepat dan tepat ke seantero dunia sudah menjadi bagian dari tanggung jawab profesi tersebut.

Nilai-nilai idealisme itulah yang meresapi Muhammad Bagus Khoirunas, seorang pemuda yang kala itu baru genap di usia 20 tahun sudah berani memantapkan diri untuk berkarir sebagai jurnalis foto di Kantor Berita ANTARA.

Jalan yang ditempuhnya tentu tidak mudah. Bagus dipersiapkan melalui proses gemblengan dari para mentornya di redaksi ANTARA FOTO, sebuah wadah yang dikenal luas sebagai "Candradimuka" fotografer jurnalistik nasional.

Proses panjang dan disiplin tinggi tidak pernah mengkhianati hasil. Sejak karya foto pertamanya berjudul Digitalisasi Ekonomi Pedesaan —yang memotret warga menjadi perajin dompet di Warunggunung, Lebak, Banten— resmi tayang pada Desember 2018, Bagus terus melangkah membuktikan kualitas dirinya di panggung fotografi jurnalistik nasional.

Di lingkungan redaksi dan sesama pewarta foto, Bagus dikenal sebagai sosok yang sangat diandalkan dan dihormati.

Koordinator Daerah ANTARA FOTO, Sigit, mengakui bahwa Bagus merupakan salah satu pentolan daerah yang memiliki daya jelajah luar biasa, khususnya di Provinsi Banten yang menjadi wilayah tugasnya. Bagus juga pintar menempatkan diri sehingga dia bisa berdampingan erat dengan para wartawan dan karyawan ANTARA Biro Banten.

Bagus bukanlah tipe pewarta yang hanya menunggu perintah penugasan dari meja redaksi. Sebagai seorang stringer foto, dia dikenal sangat aktif mengajukan usulan peliputan atau listing berita secara mandiri.

Sigit menegaskan bahwa setiap kali membicarakan potret kebudayaan Suku Baduy atau lanskap wilayah Banten, arah pandang para editor foto hampir pasti tertuju pada Bagus. Itu karena karya visualnya memiliki karakter dan "rasa" yang begitu kuat, sehingga para editor dapat dengan mudah mengenali gaya penataan sudut pandang khas Bagus tanpa harus melihat kredit nama di akhir caption foto.

Baca juga: Kidung dari Dermaga Carita untuk memanggil pulang mereka yang hilang

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |