Magelang (ANTARA) - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), ekonomi kreatif hingga pelaku pariwisata di Kota Magelang, Jawa Tengah, membentuk koperasi berbasis komunitas.
Ia di Magelang, Kamis malam, menyampaikan koperasi dinilai dapat menjadi wadah untuk memperkuat usaha sekaligus membuka akses permodalan yang lebih luas.
"Langkah ini dinilai dapat memperkuat usaha para pelaku ekonomi sekaligus membuka akses terhadap permodalan dan pembinaan," katanya usai membuka Borobudur Indonesia Expo 2026 di Alun-Alun Kota Magelang.
Ia mengatakan, pembentukan koperasi dapat dimulai dengan menghimpun para pelaku usaha atau komunitas yang memiliki bidang usaha sejenis.
Baca juga: Kemenkop: Modal kerja KDKMP andalkan penyertaan dan konsinyasi
Menurut dia, dengan bergabung dalam koperasi , para pelaku usaha diharapkan dapat membangun kekuatan ekonomi secara bersama-sama sekaligus meningkatkan skala usaha.
Keberadaan koperasi, katanya, juga dapat mempermudah anggota mengakses dukungan permodalan, baik melalui lembaga dana bergulir maupun perbankan.
Selain itu, anggota koperasi dapat memperoleh program inkubasi dan pembinaan langsung dari Kementerian Koperasi.
"Karena memang sebagian besar dari pelaku usaha, UMKM itu perorangan dan kelemahan mereka belum punya badan usaha. Dan badan usahanya kita mendorong membentuk koperasi. Begitu juga di kegiatan ekonomi kreatif, anak-anak muda yang kreator, konten kreator, animator itu untuk membentuk koperasi," katanya.
Baca juga: Menkop mendorong LPS koperasi masuk RUU Perkoperasian
Menkop berharap semakin banyak pelaku usaha, UMKM,ekonomi kreatif dan pariwisata di Magelang yang membentuk koperasi sesuai bidang usaha masing-masing.
Dengan demikian, katanya, koperasi tidak hanya menjadi wadah berhimpun, tetapi juga dapat memperkuat usaha, memperluas jaringan serta meningkatkan kapasitas ekonomi para anggotanya.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































