Tim SAR temukan seorang nelayan yang hilang di perairan Garut

4 weeks ago 8
Tim SAR Gabungan sebelumnya melakukan pencarian korban dengan menyusuri pantai, dan juga ke tengah lautan menggunakan perahu

Garut (ANTARA) - Tim Search And Rescue (SAR) menemukan seorang nelayan yang sudah satu hari dinyatakan hilang karena mengalami kecelakaan laut saat melaut di wilayah Perairan Cipunaga, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis.

Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Garut Iptu Aep Saprudin membenarkan korban, yakni Galih (25) warga asal Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Garut yang dilaporkan hilang sejak Rabu (1/4) sudah ditemukan dengan kondisi meninggal dunia.

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," katanya.

Ia menuturkan, Tim SAR Gabungan sebelumnya melakukan pencarian korban dengan menyusuri pantai, dan juga ke tengah lautan menggunakan perahu.

Baca juga: Tim SAR gabungan lakukan pencarian korban minibus masuk ke jurang

Upaya pencarian itu, kata dia, akhirnya membuahkan hasil, korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal korban hilang, selanjutnya tim mengevakuasi jasad untuk diserahkan ke pihak keluarganya.

"Tim SAR Gabungan langsung melakukan proses evakuasi terhadap korban dan langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga," katanya.

Informasi yang dihimpun, kejadian itu bermula ketika korban hendak melaut mencari ikan di perairan wilayah Desa Sancang, Kecamatan Cibalong menggunakan kapal nelayan bernama AAL.

Namun, kapal korban mengalami kecelakaan karena dihantam gelombang, sementara korban tidak ada di dalam kapal tersebut yang diduga terjatuh dan terbawa gelombang laut.

Sejumlah nelayan setempat yang mengetahui kejadian itu sempat melakukan pencarian, namun tidak diketahui keberadaannya yang selanjutnya melaporkan peristiwa itu ke Satpolairud Polres Garut.

Selanjutnya, Tim SAR Gabungan dengan peralatan lengkap diturunkan untuk melakukan pencarian korban hingga akhirnya korban berhasil ditemukan dan operasi pencarian ditutup.

Baca juga: Tim SAR bergerak usai peringatan tsunami berakhir di Malut-Sulut

Pewarta: Feri Purnama
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |