Jakarta (ANTARA) - Pabrikan otomotif asal Amerika Serikat (AS), Tesla harus melakukan perombakan nama-nama fitur mereka agar tetap bisa menjual kendaraan mereka di California.
Arena Ev pada Rabu (18/2) waktu setempat melaporkan bahwa untuk menghindari hukuman berat, Tesla berhenti menggunakan "Autopilot" sebagai istilah pemasaran di California. Jika perusahaan tidak patuh, negara bagian tersebut bakal mengancam akan menghentikan Tesla dari berbisnis di sana selama 30 hari.
DMV (Departemen Kendaraan Bermotor) pertama kali menyampaikan kekhawatirannya pada tahun 2023. Mereka merasa bahwa nama "Autopilot" dan "Full Self-Driving" menjanjikan lebih dari yang sebenarnya dapat dilakukan oleh mobil Tesla itu sendiri.
Ketika sebuah mobil memiliki nama seperti "Autopilot," pengemudi mungkin tergoda untuk melihat ponsel mereka untuk berbagai keperluan seperti main gim hingga menonton film atau bahkan yang lebih ekstremnya mereka bakal tidur siang.
Baca juga: Megafactory Tesla di China kirim 2.000 unit baterai megapack pada 2025
Tesla membagikan beberapa laporan keselamatan kepada Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA).
Laporan tersebut meneliti sekelompok kecil taksi robot Tesla selama bulan Desember dan Januari.
Selama dua bulan tersebut, mobil-mobil tersebut terlibat dalam lima kecelakaan. Ini mungkin terdengar tidak banyak, tetapi perhitungan menunjukkan cerita yang berbeda - mobil otonom ini mengalami kecelakaan empat kali lebih sering daripada pengemudi manusia rata-rata pada jarak yang sama.
Data menunjukkan bahwa mobil listrik terbaik pun masih membutuhkan sentuhan manusia. Mengemudi adalah tugas rumit yang membutuhkan pemikiran cepat.
Tesla terus meningkatkan perangkat lunaknya, tetapi nama-nama baru di California menjadi pengingat akan realitas.
Baca juga: Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Baca juga: Biaya upgrade baterai Tesla dua kali lipat dari harga mobilnya
Baca juga: Tesla hentikan sistem Autopilot untuk dorong adopsi Full Self-Driving
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026


















































