Telkom: Adaptif dalam teknologi buat AI ciptakan peluang kerja baru

1 week ago 7
Jadi dibandingkan dengan pekerjaan yang ter-disrupt, lebih banyak pekerjaan baru yang tercipta. Kita juga memprediksi di dunia AI ini seperti ini,

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan telekomunikasi PT Telkom Indonesia menilai kecerdasan buatan (AI) dapat menciptakan peluang kerja baru, dengan catatan para pekerja bisa terus adaptif dan mengembangkan kemampuan seiring dengan perkembangan teknologi.

“Jadi dibandingkan dengan pekerjaan yang ter-disrupt, lebih banyak pekerjaan baru yang tercipta. Kita juga memprediksi di dunia AI ini seperti ini,” kata Executive General Manager Digital Product Telkom Indonesia Komang Budi Aryasa dalam temu media di Jakarta, Senin.

Dia memahami bahwa ada ketakutan AI dapat menggantikan peran manusia di berbagai sektor bisnis dan industri karena dipandang lebih efisien secara waktu dan biaya.

Namun, ia menilai peningkatan kompetensi manusia dalam pemanfaatan AI itu sendiri lah yang menjadi titik utama dari pergeseran tren pekerjaan berbasis teknologi ini.

Baca juga: Telkom ingatkan risiko kebocoran data dari penggunaan AI publik

“Orang yang akan ter-disrupt adalah orang yang tidak menguasai AI. Jadi bukan AI yang menggantikan orang, tapi kita akan digantikan oleh orang yang lebih bisa menguasai AI dari kita,” ujar Komang.

Oleh karena itu, mau tidak mau, menjadi adaptif dan meningkatkan kapabilitas, terutama dalam penggunaan AI secara profesional dan bertanggung jawab, Komang nilai sebagai kunci utama agar tetap relevan dan perannya tidak tergantikan oleh teknologi akal imitasi yang berkembang pesat.

“Sehingga usaha kita ke depan, maka kita harus belajar AI, harus belajar meningkatkan kapabilitas kita terhadap tools AI yang ada, jadi jangan diam. Karena bukan AI yang akan menggantikan kita, tapi orang yang menguasai, lebih menguasai AI yang akan menggantikan,” kata Komang.

“Maka dari itu, kita belajar tools itu agar kita lebih relevan,” ujarnya menambahkan.

Baca juga: Qualcomm hadirkan chip khusus perangkat wearable berbasis AI

Ia menilai bahwa pekerjaan yang sifatnya berulang atau repetitif di industri memang sudah mulai bergeser dijalankan oleh teknologi robotik dan kecerdasan buatan. Namun, di sinilah peluang pekerjaan baru tercipta bagi manusia.

“Karena kita menguasai tools lain, jadi jangan sampai kita stay pada satu skill tertentu, tapi kita manfaatkan tools AI itu (untuk mengambil peran pekerjaan baru),” ujar Komang.

Baca juga: Ketika waktu tak lagi bernilai: AI dan transformasi struktur kerja

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |