Target sepekan, LH Jaktim kerahkan 15 truk atasi sampah di Cipinang

1 month ago 10

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Timur (Jaktim) mengerahkan 15 truk setiap harinya untuk menuntaskan penumpukan sampah di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Cipinang, Jatinegara, dalam waktu sekitar sepekan.

"Untuk mempercepat proses tersebut, kita targetkan sepekan selesai sehingga ada sebanyak 12 hingga 15 truk dikerahkan setiap hari," kata Kepala Suku Dinas LH Jakarta Timur Julius Monangta di Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin.

Armada yang digunakan, kata Monang, didominasi kendaraan bermuatan besar agar pengangkutan lebih efisien.

"Kita maksimalkan kendaraan tipe besar dengan kapasitas sekitar 10 ton, supaya lebih efektif dan sampah bisa cepat terangkut," ucap Monang.

Penanganan sampah dilakukan secara intensif dengan fokus pada pengurangan timbunan di depo atau pelabuhan bak (pelbak) yang sempat terdampak hambatan pengiriman ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

"Semua proses bertahap, setidaknya kami upayakan penumpukan yang kemarin sempat terjadi bisa kita selesaikan," ujar Monang.

Monang menjelaskan, penumpukan sampah terjadi akibat sempat terhentinya pengiriman ke Bantargebang.

Namun, saat ini proses pengangkutan sudah kembali berjalan dan difokuskan pada percepatan pengiriman dari titik-titik penampungan sementara.

Ia menegaskan, meski terjadi penumpukan di depo, kondisi di tingkat permukiman warga tetap terkendali.

Selain itu, Sudin LH Jakarta Timur memastikan sampah rumah tangga tetap terangkut setiap hari dan tidak terjadi penumpukan di lingkungan warga.

"Sampah yang di warga, tidak ada penumpukan. Kita pastikan setiap hari sampah tetap kita kirim ke Bantargebang,” tegasnya.

Dengan pengerahan armada secara maksimal dan target waktu yang jelas, Pemkot Jakarta Timur optimistis penanganan sampah di kawasan BKT Cipinang dapat segera tuntas, sehingga tidak lagi mengganggu akses jalan maupun aktivitas masyarakat sekitar.

Sebelumnya, gerobak sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) kawasan Cipinang, Jakarta Timur (Jaktim) mengular akibat longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang beberapa waktu lalu.

Salah satu petugas kebersihan, Nur Ali (40) mengungkapkan, penumpukan sampah terjadi karena terganggunya alur pembuangan di Bantargebang.

"Antrean jadi panjang gra-gara longsor di Bantargebang itu. Jadi, semua kena dampaknya, awalnya dari situ," kata Ali di TPS Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin.

Kondisi antrean panjang seperti ini tergolong tidak biasa. Dalam kondisi normal, proses pembuangan sampah berlangsung cepat tanpa antrean panjang.

"Biasanya paling setengah jam sudah selesai, nunggu lima sampai sepuluh menit juga langsung masuk dan pulang," ujar Ali.

Namun, menjelang Lebaran 2026, Ali mengaku harus mulai antre sejak dini hari dan baru bisa menyelesaikan pekerjaannya hingga siang hari.

Tampak di lokasi, sejumlah gerobak sampah terlihat mengantre di TPS kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, yang viral di media sosial.

Berdasarkan video yang diunggah akun Instagram @kabar.jaktim, gerobak-gerobak tersebut terparkir di jalur sepeda di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Jatinegara.

Terlihat pula satu alat berat jenis shovel dikerahkan untuk memindahkan sampah ke dalam truk sebelum diangkut ke tempat pembuangan akhir.

Baca juga: Truk sampah di TPS Cipinang mengular imbas longsor Bantargebang

Baca juga: LH Jaktim tangani sampah di Pasar Induk Kramat Jati selama tiga hari

Baca juga: Pedagang keluhkan sampah menggunung di Pasar Induk Kramat Jati

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |