Tandingi AS, Uni Eropa-CPTPP disebut jajaki aliansi ekonomi besar

5 days ago 10

Istanbul (ANTARA) - Uni Eropa dan 12 negara anggota Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP) tengah menjajaki pembentukan aliansi ekonomi besar, menurut laporan Politico.

Mengutip sejumlah sumber diplomatik, media AS itu melaporkan di platform X pada Senin (16/2), bahwa blok Eropa dan blok Indo-Pasifik tersebut memulai pembicaraan untuk membentuk salah satu aliansi ekonomi terbesar di dunia.

Upaya mendekatkan hubungan kedua blok berlangsung di tengah ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump. Kanada dilaporkan memimpin inisiatif tersebut setelah Perdana Menteri Mark Carney bulan lalu menyerukan negara-negara menengah untuk menolak tekanan perang dagang.

Uni Eropa dan CPTPP berencana memulai negosiasi tahun ini untuk merancang kesepakatan yang akan menghubungkan rantai pasok anggota utama, termasuk Kanada, Singapura, Meksiko, Jepang, Vietnam, Malaysia, dan Australia, secara lebih erat dengan Eropa.

Inisiatif tersebut diperkirakan melibatkan sekitar 40 negara. Tujuannya, mencapai kesepakatan mengenai "rules of origin" atau aturan asal barang yang menentukan kewarganegaraan ekonomi suatu produk.

Kesepakatan itu juga bertujuan agar produsen di kedua blok dapat bertukar barang dan komponen secara lebih bebas melalui skema tarif rendah.

"Pekerjaan ini jelas sedang berjalan," kata seorang pejabat pemerintah Kanada kepada Politico.

Dibentuk pada 2018, CPTPP kini beranggotakan 12 negara: Kanada, Meksiko, Peru, Chile, Jepang, Vietnam, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Australia, Selandia Baru, dan Inggris.

Indonesia menyatakan keinginan untuk bergabung pada September 2024. Proses aksesinya diharapkan dapat dimulai tahun ini.

Baca juga: Airlangga: Australia masukkan RI dalam daftar negara siap masuk CPTPP
Baca juga: Inggris optimalkan CPTPP dalam kerja sama ekonomi dengan ASEAN

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |