Tak bisa cairkan dana, KSP di Temanggung dilaporkan nasabah ke polisi

2 hours ago 1
Sampai saat ini ada empat nasabah telah melaporkan dugaan penggelapan dana simpanan di KSP Tunas Harapan, setelah dana mereka tidak dapat dicairkan

Temanggung (ANTARA) - Polres Temanggung, Jawa Tengah, menyelidiki dugaan penggelapan dana Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tunas Harapan di kabupaten itu, menyusul laporan nasabah yang tidak dapat mencairkan dana mereka.

"Sampai saat ini ada empat nasabah telah melaporkan dugaan penggelapan dana simpanan di KSP Tunas Harapan, setelah dana mereka tidak dapat dicairkan," kata Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Didik Tri Wibowo di Temanggung, Jumat.

Kasus ini mencuat setelah sejak 13 Februari 2026 muncul indikasi kesulitan pencairan dana simpanan dan deposito berjangka enam bulan di koperasi tersebut. Bahkan dalam dua pekan terakhir seluruh kantor KSP Tunas Harapan dilaporkan tidak lagi beroperasi.

Ia menyebutkan empat nasabah yang datang melapor memiliki nilai simpanan bervariasi. Kerugian terbesar mencapai sekitar Rp1 miliar, sementara lainnya masing-masing sekitar Rp700 juta dan Rp100 juta. Total kerugian masih dalam pendataan, kata dia, karena jumlah nasabah terdampak belum dapat dipastikan.

Baca juga: Pentingnya kehati-hatian menerapkan Permenkop Usaha Simpan Pinjam

"Sejak Desember 2025 pencairan simpanan sudah mulai tersendat. Beberapa nasabah yang hendak mencairkan deposito berjangka tidak bisa mengambil dananya," kata Didik.

Pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan serta dokumen terkait operasional koperasi tersebut. Hingga kini sebanyak tujuh orang telah dimintai klarifikasi, termasuk salah satu petugas pemasaran (marketing) KSP Tunas Harapan.

KSP Tunas Harapan diketahui mulai beroperasi pada tahun 2012 dan berkantor pusat di Ngadirejo. Koperasi itu memiliki cabang di Temanggung, Kranggan, dan Kandangan. Seluruh kantor disebut telah tutup.

Baca juga: Kemenkop sebut tujuh koperasi bermasalah masih utang Rp23,9 triliun

Ia menuturkan dalam menjalankan usahanya koperasi tersebut menawarkan bunga simpanan berjangka antara 12 hingga 13 persen per tahun, yang tergolong tinggi dan diduga menjadi daya tarik bagi masyarakat.

Didik mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menginvestasikan dana, termasuk memastikan legalitas dan kesehatan lembaga keuangan atau koperasi melalui dinas terkait sebelum menempatkan dana.

Penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap jumlah pasti nasabah terdampak serta potensi kerugian keseluruhan dalam kasus ini.

Baca juga: Ahli minta data KSP bermasalah dibuka agar tak rusak citra koperasi

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |