Makassar (ANTARA) - Pegiat lingkungan hidup di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengingatkan kepada semua pihak untuk tetap memperhatikan kesinambungan lingkungan karena adanya potensi peningkatan sampah plastik saat bulan Ramadhan pada kisaran 20-30 persen.
Ketua Forum Komunitas Hijau (FKH) Achmad Yusran di Makassar, Jumat, mengatakan Kota Makassar berada pada fase krusial dengan perilaku warga yang belum berubah dan sistem pengelolaan sampah yang masih jauh dari optimal.
"Yang utama itu adalah perubahan perilaku dan mental. Perilaku warga belum berubah dan sistem pengelolaan sampah yang masih jauh dari optimal, sehingga kita semua harus waspada peningkatan sampah ini," ujarnya.
Data komunitas lingkungan yang dihimpun hingga Februari 2026, kata dia, sejumlah titik rawan menunjukkan kenaikan volume sampah, terutama plastik.
Baca juga: Volume sampah di Bandarlampung naik jadi 1.000 ton/hari pada Ramadhan
Sementara itu tingkat pemilahan rumah tangga, menurutnya, tercatat masih rendah yaitu hanya berkisar 10–15 persen.
Jelang dan momen Ramadhan, FKH telah memperingatkan adanya peningkatan khusus pada sampah kemasan dan sisa makanan.
“Setiap tahun polanya sama, pasar takjil melonjak, konsumsi meningkat, dan sampah bertambah 20–30 persen. Jika tidak ada intervensi perilaku, beban kota akan berlipat,” ucapnya.
Baca juga: DLH optimalkan satgas kebersihan selama Ramadhan cegah tumpukan sampah
Ia juga menyoroti berkurangnya ruang hijau dan meningkatnya suhu permukaan akibat pulau panas perkotaan (urban heat island). Kondisi ini disebut memperparah tekanan ekologis, terutama di kawasan padat penduduk.
“Ramadhan seharusnya jadi momentum pengendalian diri. Jika kita gagal memanfaatkannya, kita akan kembali masuk pada siklus krisis sampah yang sama,” katanya.
Oleh karena itu FKH mendorong pemerintah memperkuat pengawasan, meningkatkan fasilitas pemilahan, dan menggandeng dunia usaha.
"Inti persoalan tetap berada pada perilaku warga. HPSN (Hari Peduli Sampah Nasional) 2026 dan Ramadhan mengirim pesan yang sama, yaitu kota ini butuh aksi nyata, bukan slogan,” ucapnya.
Baca juga: DLH Bangka catat volume sampah saat Ramadhan naik 10 persen
Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































