Jakarta (ANTARA) - Lembaga riset Ipsos Indonesia mengungkapkan hasil survei yang menunjukkan kemudahan transaksi keuangan menjadi faktor utama pendorong minat penggunaan bank digital oleh masyarakat Indonesia.
"Survei Persepsi dan Kepuasaan Pengguan terhadap Layanan Bank Digital di Indonesia 2026" oleh Ipsos mencatat sebanyak 71 persen responden menyukai kemudahan dan kecepatan transaksi dari bank digital.
Selain itu, kelengkapan fitur bertransaksi harian seperti pembayaran QRIS, pembayaran tagihan, serta dukungan untuk belanja online juga menjadi faktor penting (66 persen).
“Hasil ini menunjukkan bahwa pengguna kini semakin selektif dalam memilih layanan keuangan digital. Tidak hanya dari sisi layanan keuangan, tetapi juga kemudahan dalam terhubung dengan berbagai kebutuhan bertransaksi sehari-hari menjadi faktor yang diprioritaskan,” ujar Managing Director Ipsos Indonesia Hansal Savla dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Dari sisi penggunaan, aktivitas yang paling dominan dilakukan melalui bank digital adalah pengisian saldo dompet digital dan belanja daring.
Savla menilai, hal ini menegaskan bahwa integrasi dengan ekosistem digital, seperti platform e-commerce dan layanan pembayaran lainnya, menjadi aspek yang semakin penting dalam mendukung penggunaan bank digital sehari-hari.
Survei juga menilai persepsi dan kepuasan pengguna terhadap sejumlah aplikasi bank digital yang terus berkembang di pasar.
Savla mengatakan, konektivitas antarplatform juga menjadi aspek yang semakin selaras dalam mendukung pengalaman pengguna yang lebih praktis.
“Integrasi dengan ekosistem digital menjadi salah satu faktor yang semakin relevan. Pengguna cenderung memilih layanan yang dapat mendukung berbagai aktivitas mereka secara praktis dan terhubung dengan mulus dalam satu platform,” kata dia.
Ia menambahkan, temuan ini menegaskan bank digital kini semakin menjadi bagian penting dalam aktivitas finansial masyarakat.
Kemudahan penggunaan, kecepatan layanan, serta kemampuan terintegrasi dengan berbagai kebutuhan digital menjadi faktor yang semakin dipertimbangkan pengguna dalam menentukan pilihan.
“Seiring berkembangnya ekspektasi pengguna, pemain bank digital diharapkan untuk tidak hanya menghadirkan layanan keuangan yang cepat dan mudah digunakan, tetapi juga mampu terintegrasi dengan berbagai aktivitas digital sehari-hari,” kata Savla.
“Kemampuan untuk menghadirkan pengalaman yang seamless diperkirakan akan menjadi salah satu fokus utama dalam persaingan industri,” imbuhnya.
Baca juga: BI bekali talenta digital untuk perkuat pemanfaatan AI
Baca juga: BI perluas QRIS antarnegara ke China, transaksi mulai bisa hari ini
Baca juga: Wagub Emil apresiasi inovasi digital Bank Jatim lewat JConnect terbaru
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































