Stephen Curry masih harus absen lagi minimal 10 hari

1 week ago 7

Jakarta (ANTARA) - Pebasket Golden State Warriors Stephen Curry dipastikan masih harus menepi setidaknya 10 hari ke depan dal NBA 2025-2026, setelah menjalani evaluasi lanjutan terkait kondisi lutut kanannya.

Laman NBA, Senin, menyatakan megabintang itu menunjukkan perkembangan positif, namun tim medis akan kembali melakukan pemeriksaan dalam kurun waktu tersebut.

Guard itu telah absen dalam 10 pertandingan terakhir Warriors akibat masalah pada lutut kanan.

Hasil evaluasi terbaru menyebutkan dia mengalami patella-femoral pain syndrome disertai memar tulang, kondisi yang membutuhkan penanganan hati-hati agar tidak berisiko kambuh saat kembali bermain.

Dalam pernyataan resmi klub, Warriors menyatakan bahwa proses pemulihan Curry berjalan sesuai rencana.

Baca juga: Stephen Curry masih absen, Porzingis siap debut bersama Warriors

Meski demikian, tim tidak ingin terburu-buru menurunkannya sebelum benar-benar pulih, mengingat perannya yang krusial dalam perburuan posisi terbaik menjelang babak playoff NBA musim ini.

Pemain berumur 35 tahun tersebut terakhir kali tampil saat Warriors menghadapi Detroit Pistons pada 30 Januari.

Sejak saat itu, dia fokus menjalani program perawatan intensif di bawah pengawasan tim medis.

Sebagai pemilik dua gelar Pemain Terbaik (MVP) NBA, absennya Curry jelas memberi dampak besar bagi performa Warriors.

Baca juga: Curry geser Garnett dari pencetak poin terbanyak sepanjang masa NBA

Tim harus mengandalkan kontribusi kolektif pemain lain untuk menjaga konsistensi permainan, terutama dalam hal produktivitas poin dan kepemimpinan di lapangan.

Warriors belum memastikan jadwal pasti kembalinya Curry ke lapangan.

Keputusan akan diambil setelah evaluasi ulang dilakukan, dengan mempertimbangkan kondisi fisik pemain dan kepentingan jangka panjang tim.

Manajemen menegaskan kesehatan Curry menjadi prioritas utama dibandingkan target jangka pendek.

Baca juga: Stephen Curry: Tahun depan saya pasti ikut 3-Point Contest NBA

Penerjemah: Donny Aditra
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |