Stasiun Gambir minim antrean penumpang berkat gerbang face recognition

23 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Stasiun Gambir minim antrian penumpang berkat penerapan gerbang pengenal wajah atau face recognition, meski tingkat okupansi penumpang yang berangkat dari Stasiun Gambir mencapai 77 persen pada Rabu atau hari ketiga Hari Raya Idul Fitri 1446 H.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko mengatakan sistem face recognition sukses meminimalisasi penumpukan penumpang di gerbang boarding atau pengecekan tiket.

"Betul, teknologi face recognition di Stasiun Pasar Senen dan Gambir memang mempermudah proses boarding penumpang," kata Ixfan saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan data PT KAI pada Rabu pagi, ada 46 kereta jarak jauh yang berangkat dari Stasiun Gambir, dengan kapasitas 21.752 kursi dan terjual 16.807 kursi atau terisi 77 persen.

Baca juga: KAI Daop 1: 41.040 penumpang tiba di Jakarta di hari ketiga Lebaran

Meski demikian pada Rabu siang hingga sore tidak terlihat ada antrean panjang penumpang di boarding gate Stasiun Gambir.

"Dengan sistem ini, penumpang yang sudah terdaftar cukup memindai wajah mereka tanpa perlu menunjukkan tiket atau KTP. Hal ini mempercepat antrean dan mengurangi risiko kehilangan tiket," ujar Ixfan.

KAI Daop 1 Jakarta mencatat sebanyak 41.040 orang penumpang yang tiba ke Jakarta pada hari ketiga Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Rabu.

"Jumlah kedatangan secara keseluruhan ke Daop 1 Jakarta ada sebanyak kurang lebih hari ini ya 41.040 orang penumpang. Kedatangan di Stasiun Senen ini mencapai 16.141 orang penumpang, datang di Stasiun Gambir sebanyak 11.217 orang penumpang, dan lainnya turun atau datang di Cikampek, Cikarang, Karawang, Bekasi, dan Jatinegara. Jadi untuk kedatangan lumayan cukup banyak,” kata Ixfan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu.

Baca juga: KAI Daop I Jakarta: 227.210 kursi terjual di Stasiun Gambir

Ixfan mengatakan berdasarkan pantauan data sementara di tanggal 4 hingga 6 April termasuk dalam kategori tinggi untuk arus balik.

"Kalau tahun 2024 itu ada titik puncak penumpang berangkat dan penumpang datang ditanggal tertentu. Kalau tahun ini lebih merata, karena program pemerintah yang mencanangkan WFA itu bersambung atau bersamaan dengan libur sekolah. Jadi dari tanggal 21 Maret grafiknya sampai dengan tanggal 11 April nanti lebih merata untuk okupasi baik penumpang berangkat maupun datang,” ujarnya.

Dalam mengurai kepadatan keluar masuk arus balik penumpang, Ixfan mengatakan pihaknya telah mengumumkan bagi para pelanggan kereta api bisa naik dan turun di stasiun-stasiun terintergrasi, seperti Jatinegara, Bekasi, Karawang yang ada kaitannya dengan kereta api-kereta api rel listrik dan kereta api ekonomi lokal.

Data Penumpang KA Daop 1 Jakarta per tanggal 21 Maret hingga 11 April 2025, selama periode tersebut, pihaknya mengoperasikan 1.876 perjalanan KAJJ, termasuk KA tambahan.

Dengan kapasitas total 1.048.328 kursi, tingkat keterisian tiket yang sudah terjual mencapai 785.000 kursi atau sekitar 75 persen. Jumlah kedatangan penumpang di Daop 1 Jakarta tercatat sebanyak 698.702 orang dan masih dapat berubah.

Baca juga: KAI: Teknologi pengenalan wajah cegah antrean angkutan Lebaran

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |