Jakarta (ANTARA) - Band jazz Indonesia Societeit de Harmonie merilis single terbaru berjudul “Syakara”, sebuah lagu reflektif yang mengajak pendengarnya untuk berhenti sejenak dari keluhan, kecemasan, dan tuntutan hidup dan kembali mengingat rasa syukur.
Dalam siaran pers yang dikutip dari Jakarta, Jumat, adapun lagu ini berasal dari bahasa Arab yang berarti syukur yang turut mewarnai bulan Ramadhan dan sekaligus menjadi single pertama Societeit de Harmonie di tahun 2026, menandai fase baru perjalanan band setelah dua tahun berkarya secara konsisten.
Baca juga: ArumtaLa cerita pengalaman gagal diet dalam single terbaru
Baca juga: Indra Lesmana keluarkan album ke-100 berjudul Sydney Reunion
Bagi Societeit, momen ini menjadi pengingat untuk memulai tahun dengan kesadaran akan hal-hal baik yang sudah dan masih dimiliki, alih-alih terus terjebak pada kekurangan.
Secara lirik, lagu ini berbicara tentang kecenderungan manusia untuk terjebak dalam fantasi, harapan, dan penyesalan, memikirkan masa depan yang belum terjadi atau masa lalu yang tak bisa diubah.
Padahal, tidak semua hal berada dalam kendali manusia. Meskipun hidup sering kali terasa berat, cara diri merespons tetap bisa dipilih.
Pendekatan musikal terasa ringan namun berlapis berkat aransemen horns yang digarap Dave Rimba memanfaatkan permainan horn yang saling bertabrakan namun tetap harmonis, merepresentasikan kompleksitas pikiran manusia yang kerap kalut.
Kolaborasi dengan Natasya Elvira sebagai vokalis menjadi elemen penting dalam lagu ini yang juga bertindak sebagai penulis lagu dan project manager, terlibat sejak tahap paling awal.
Vokal vintage-nya memperkuat karakter kontemplatif lagu ini, lagu anyar bukan lagu religi, melainkan lagu reflektif yang inklusif ditujukan untuk didengarkan dalam keseharian saat menyetir, berjalan kaki, naik transportasi umum, atau melakukan rutinitas.
Dengan nada yang cerah dan lirik yang lugas, “Syakara” mengajak pendengarnya untuk melepaskan keresahan melalui nyanyian.
Societeit de Harmonie menyampaikan doa sederhana agar pendengarnya terbebas dari pikiran-pikiran negatif yang membebani hari-hari, dan bisa menjalani hidup dengan lebih ringan bukan karena masalah hilang, tetapi karena rasa syukur kembali menemukan tempatnya.
Baca juga: Saatnya musik menjadi tren pariwisata Indonesia 2026
Baca juga: Jakarta jadi tuan rumah festival Jazz tertua berskala internasional
Baca juga: Grup musik RAN hingga Karimata ramaikan Jazz Gunung Bromo 2025
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































