Moskow (ANTARA) - Iran melancarkan serangkaian serangan balasan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait, Qatar, dan Bahrain sebagai respons terhadap serangan AS di wilayah selatan Iran, menurut laporan media penyiaran milik Pemerintah Iran Press TV.
Menanggapi serangan AS di wilayah selatan negaranya, militer Iran mengerahkan pesawat nirawak (drone) untuk menggempur sistem pertahanan udara Patriot, sebuah gudang amunisi, serta fasilitas radar militer AS di Kuwait.
Sistem pertahanan udara Patriot merupakan alat pendeteksi, pelacak, dan penghancur rudal buatan Amerika Serikat. Sejumlah negara di wilayah Teluk Persia yang tercatat memiliki sistem tersebut antara lain Arab Saudi, Kuwait, Qatar, hingga Uni Emirat Arab (UEA).
Laporan tersebut menambahkan bahwa Iran juga menyerang sebuah fasilitas komunikasi dan fasilitas radar militer AS di Bahrain.
Pasukan Iran turut meluncurkan serangan rudal balistik yang menargetkan pangkalan udara Al Udeid milik AS di Qatar, lapor lembaga penyiaran tersebut dengan mengutip pernyataan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.
Pangkalan udara Al Udeid merupakan pangkalan militer terbesar milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Iran, Oman bahas situasi Hormuz setelah kembali ditutup
Baca juga: Menlu Pakistan serukan deeskalasi konflik AS-Iran
Baca juga: Gelombang baru serangan AS picu ledakan di sejumlah wilayah Iran
Penerjemah: Uyu Septiyati Liman
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































