Jakarta (ANTARA) - Mengonsumsi makanan dan minuman kaya probiotik secara teratur dalam diet, memang menjadi pilihan paling nyaman dan ramah pada kesehatan usus.
Manfaatnya tidak hanya baik bagi kesehatan pencernaan tetapi juga mikrobioma dalam usus yang cukup beragam.
Selama ini, kombucha telah menjadi pilihan favorit. Namun menurut siaran Health pada Sabtu (19/9) ada minuman lain yang dapat dijadikan sebagai pilihan ketika diet.
Susu Kefir
Susu kefir terbuat dari susu dan butiran kefir. Ini adalah minuman fermentasi seperti yogurt dengan beragam probiotik.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum kefir susu dapat meningkatkan bakteri baik di usus.
Baca juga: Studi: Teh hijau dan oolong hasilkan kombucha paling kaya antioksidan
Air kefir
Berikutnya ada air kefir yang dapat dijadikan sebagai alternatif vegan dan bebas susu untuk susu kefir.
Air kefir sendiri terbuat dari air, gula, dan bakteri serta ragi bermanfaat yang ditemukan dalam butiran kefir air.
Probiotik ini memakan gula dan menghasilkan minuman bersoda alami. Kita juga dapat menambahkan buah-buahan, rempah-rempah, dan jus untuk menambah rasa saat membuat kefir air.
Baca juga: Kombucha dapat turunkan kadar glukosa pada penderita diabetes tipe 2
Buttermilk
Buttermilk atau yang juga dikenal sebagai takra adalah susu yang difermentasi dengan bakteri asam laktat (LAB).
LAB termasuk probiotik yang paling umum ditemukan dalam produk susu fermentasi.
Di dalam buttermilk juga terkandung nutrisi kaya akan protein, kalsium, dan vitamin A.
Baca juga: Manfaat dan hukum minum teh kombucha menurut MUI
Jus probiotik
Beberapa jus buah dan sayuran ditambahkan probiotik. Ini adalah minuman probiotik bebas susu, sehingga cocok untuk orang dengan intoleransi laktosa atau alergi susu.
Jus probiotik juga memiliki sedikit atau tanpa lemak dibandingkan dengan probiotik berbasis susu, yang biasanya memiliki kandungan lemak lebih tinggi. Namun, kandungan gulanya mungkin lebih tinggi.
Meski keempat minuman direkomendasikan, kita perlu mempertimbangkan beberapa hal saat ingin membeli minuman probiotik untuk disimpan di rumah.
Beberapa di antaranya yakni tidak semua produk fermentasi mengandung probiotik. Beberapa makanan fermentasi dipasteurisasi atau dimasak setelah fermentasi.
Pasteurisasi membunuh semua mikroorganisme, termasuk probiotik. Selalu cari label yang bertuliskan “kultur hidup dan aktif” untuk memastikan produk tersebut benar-benar mengandung probiotik.
Baca juga: Permen kombucha Inovasi mahasiswa UI atasi masalah pencernaan
Periksa tambahan gula karena dalam beberapa minuman probiotik mengandung terlalu banyak tambahan gula, terutama kefir buah, soda probiotik, dan jus probiotik.
Pilih opsi dengan kandungan gula lebih rendah untuk mengurangi asupan gula secara keseluruhan.
Periksa kandungan yang terkandung dalam minuman itu penting. Secara umum, mengonsumsi setidaknya 10⁶–10⁷ CFU/mL setiap hari direkomendasikan untuk mendapatkan manfaat kesehatan. Periksa label untuk melihat berapa banyak kandungannya.
Terakhir, sebagian besar produk probiotik perlu disimpan di lemari es. Probiotik mudah rusak dan dapat kehilangan efektivitasnya jika tidak disimpan dengan benar.
Baca juga: Kefir menjadi produk fermentasi pilihan yang baik untuk pencernaan
Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































