Korsel tegaskan Presideen Lee tak menolak permintaan Trump soal Hormuz

1 hour ago 2

Istanbul (ANTARA) - Kantor Kepresidenan Korea Selatan, Sabtu (19/9) menyampaikan pernyataan sebelumnya Presiden Lee Jae Myung yang menegaskan tidak akan ada pengerahan pasukan yang dapat melibatkan negara tersebut dalam perang bukan merupakan suatu “penolakan terhadap permintaan Presiden AS Donald Trump agar Seoul mengirim pasukan” ke Selat Hormuz yang strategis, menurut kantor berita Yonhap.

“Lee tidak menolak permintaan Trump agar Korea Selatan bekerja sama dalam persoalan terkait Timur Tengah dalam konferensi pers kemarin,” demikian laporan media tersebut yang mengutip seorang pejabat kepresidenan yang berbicara kepada wartawan dengan syarat identitasnya dirahasiakan.

Lee sebelumnya mengatakan bahwa “tidak akan ada pengerahan pasukan yang akan menyebabkan keterlibatan dalam konflik. Tidak akan ada keterlibatan atau partisipasi dalam perang.”

Pejabat tersebut mengatakan pemerintah sedang mengkaji “cara-cara praktis untuk berkontribusi” melalui koordinasi erat dengan masyarakat internasional.

Seoul akan terus mengkaji opsi-opsi konkret berdasarkan prinsip yang telah disampaikan, yakni tidak melakukan intervensi dalam perang atau pertempuran, tambah pejabat tersebut.

Pernyataan itu disampaikan ketika Seoul mempertimbangkan kemungkinan berkontribusi dalam upaya menjamin pelayaran yang aman melalui Selat Hormuz di tengah tekanan dari Washington.

Selat Hormuz merupakan koridor energi penting bagi Korea Selatan. Sementara itu, konflik yang melibatkan Iran serta meningkatnya aktivitas kelompok Houthi dari Yaman di sekitar Selat Bab el-Mandeb memunculkan kekhawatiran terkait pelayaran dan pasokan minyak mentah.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Presiden Korsel tegaskan tak kirim pasukan tempur ke Hormuz

Baca juga: Menlu Korsel-Iran bahas situasi Timur Tengah dan Selat Hormuz

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |