SATU Indonesia Awards 2025 dorong peran generasi muda bangun solusi

8 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Ajang penyelenggaraan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2025 merupakan upaya untuk mendorong peran aktif generasi muda dalam membangun solusi berkelanjutan yang berdampak nyata di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi.

"Astra percaya, ketika generasi muda diberi ruang dan kepercayaan, mereka mampu menjadi penggerak solusi yang relevan bagi masyarakat sekaligus fondasi penting bagi pembangunan Indonesia ke depan," ujar Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Di bidang kesehatan, penerima apresiasi, yakni Alvin Henri dari Sumatera Utara memulai inisiatifnya dari pengalaman pribadi saat menempuh pendidikan kedokteran.

Ia melihat kesenjangan akses pembelajaran antara mahasiswa dan tenaga medis di daerah dengan mereka yang berada di pusat pendidikan, terutama dalam hal ketersediaan materi pembaruan ilmu, buku, dan pelatihan berkelanjutan.

Berangkat dari kondisi tersebut, Alvin mengembangkan ruang belajar bersama yang berfokus pada pembelajaran praktis dan terstruktur.

Inisiatif itu kemudian berkembang menjadi Medsense, sebuah platform edukasi medis digital yang menyediakan materi pembelajaran, latihan serta evaluasi yang dapat diakses secara fleksibel oleh mahasiswa kedokteran hingga dokter.

Melalui Medsense, akses pembelajaran medis menjadi lebih inklusif dan merata, khususnya bagi tenaga kesehatan di luar Pulau Jawa. Upaya itu berkontribusi dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia kesehatan sebagai fondasi penting dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.

Pada bidang kewirausahaan, penerima apresiasi, yaitu Tatag Adi Sasono dari Jawa Timur yang mengembangkan Mitra Ternak Farm dari pengalaman menghadapi berbagai tantangan dalam merintis usaha peternakan desa.

Keterbatasan modal, risiko penyakit ternak, dan rendahnya kepercayaan pasar menjadi hambatan yang harus dihadapi sejak awal.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Tatag membangun model titip ternak berbasis teknologi yang menghubungkan peternak lokal dengan mitra dari berbagai daerah, termasuk pekerja migran Indonesia. Sistem itu dirancang untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan antar pihak.

Kemudian pada bidang pendidikan, penerima apresiasi adalah Imelda Riris Damayanti berasal dari DKI Jakarta, peduli terhadap pentingnya penguatan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dan dunia kerja.

Ia menilai sejumlah kasus yang terjadi menunjukkan perlunya mekanisme penanganan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Melalui Never Okay Project, Imelda mengembangkan pendekatan pencegahan yang bersifat sistemik dengan melibatkan berbagai institusi lintas sektor seperti institusi pendidikan, organisasi tempat kerja, dan komunitas profesional.

Pendekatan pencegahan tersebut diwujudkan melalui penyusunan kebijakan internal di lingkungan institusi pendidikan dan organisasi, pengembangan sistem pelaporan yang aman dan terstruktur di lingkungan kerja dan pendidikan serta pendampingan bagi penyintas agar memperoleh dukungan yang layak.

Di bidang lingkungan, penerima apresiasi, yaitu Hanzalah Rangkuti berasal dari Sumatera Utara, melihat persoalan sampah plastik di kawasan wisata Bukit Lawang sebagai tantangan serius bagi kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat.

Kebiasaan membuang sampah ke sungai serta minimnya pengelolaan terpadu berdampak pada kualitas lingkungan dan daya tarik wisata.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Hanzalah membangun Sumatera Trash Bank sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis komunitas dengan pendekatan ekonomi sirkular. Melalui sistem tabungan sampah, masyarakat diajak mengelola sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui SATU Indonesia Awards, Astra berupaya mendorong terciptanya ruang kolaborasi antara generasi muda, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya agar inisiatif-inisiatif tersebut dapat tumbuh lebih luas dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Baca juga: Astra jangkau 210 ribu penerima manfaat program Desa Sejahtera

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |