Satgas PRR: TNI bangun jembatan gantung di Kampung Reje Payung Aceh

1 week ago 15
TNI, Polri, kementerian/lembaga, elemen sipil, donatur swasta, semuanya telah, sedang, dan terus bekerja sama memberikan sumbangsih tenaga dan pikiran untuk percepatan pemulihan di Aceh

Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mengatakan prajurit TNI tengah membangun jembatan gantung di Kampung Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh.

Oleh sebab itu, Kepala Posko Wilayah PRR Satgas PRR Safrizal mengatakan pihaknya mengapresiasi prajurit TNI yang sedang membangun jembatan tersebut. Selain itu, dia mengapresiasi Polri, kementerian/lembaga, atau pemangku kepentingan lain yang terus bekerja sama dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera.

“TNI, Polri, kementerian/lembaga, elemen sipil, donatur swasta, semuanya telah, sedang, dan terus bekerja sama memberikan sumbangsih tenaga dan pikiran untuk percepatan pemulihan di Aceh. Saya memberikan apresiasi kepada semuanya, termasuk teman-teman yang sedang membangun jembatan perintis Garuda di Linge,” kata Safrizal dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Pemulihan Aceh pascabencana masuk fase rehab rekon mulai Agustus 2026

Sementara itu, dia memandang Jembatan Perintis Garuda Tahap III di wilayah kerja Komando Distrik Militer 0106/Aceh Tengah yang sedang dibangun tersebut tidak lama lagi akan selesai.

Dengan demikian, kata dia, jembatan tersebut dapat menghubungkan antara Kampung Reje Payung dengan Kampung Jamat di Kecamatan Linge.

Selain itu, kata dia, para siswa SDN 10 Linge yang saat ini terbagi dalam dua kelompok belajar, yakni di sekolah induk dan tenda darurat di seberang sungai akan tersambung kembali.

“Mari kita berdoa kepada Allah supaya mempermudah segala urusan,” katanya menambahkan.

Baca juga: Anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh capai Rp58,97 triliun

Adapun jembatan yang dibangun sejak 6 April 2026 tersebut memiliki panjang 110 meter dan lebar 1,2 meter. Jembatan tersebut ditargetkan mampu menampung beban maksimal satu ton.

Kemudian, pembangunan jembatan perintis tersebut melibatkan tiga personel Koramil 05/Linge, 12 personel Batalyon Teritorial Pembangunan 854/Dharma Kersaka (Yon TP 854/DK) yang bermarkas induk di Pameu, Aceh Tengah, seorang personel asistensi dari Zeni Kodam Iskandar Muda, dan tiga orang masyarakat setempat.

Sementara pada 25 Juli 2026, pembangunannya telah memasuki tahapan pemasangan papan lantai dan pengencangan tiang hanger.

Baca juga: Pemprov: Pembangunan huntara di Aceh mencapai 99 persen

Pewarta: Rio Feisal
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |