Jakarta (ANTARA) - Produsen ponsel pintar asal Korea Selatan, Samsung memberikan keleluasaan kepada para pengguna Galaxy S Series dalam mengabadikan momen meski dalam keadaan yang minim pencahayaan seperti malam hari.
Menurut MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan konsumen saat ini menginginkan hasil fotografi dan video yang terlihat profesional tanpa harus berhadapan dengan pengaturan teknis yang rumit.
“Melalui kamera unggulan dari Galaxy S Series, Samsung menghadirkan pengalaman fotografi dan video profesional yang tetap mudah digunakan,” kata Ilham Indrawan melalui keterangan resminya, Senin.
Baca juga: Ponsel China bakal miliki teknologi yang ada di Galaxy S26 ultra
Meski tanpa harus menggunakan kamera profesional, Samsung meyakini penggunanya dapat mengabadikan momen yang berharga dengan hasil jernih dan terlihat jelas detail-detail yang ditangkap.
Konsistensi inovasi inilah yang membangun kepercayaan pengguna terhadap Galaxy S Series dalam menghadirkan hasil foto dan video yang andal di berbagai skenario menantang, mulai dari merekam konser dengan pergerakan dinamis hingga mengabadikan momen dalam kondisi minim cahaya.
Bahkan, pembuktian kecanggihan teknologi yang tersemat pada sistem kamera dari Samsung ini, telah mendapatkan pengakuan dari Global Mobile Awards melalui penghargaan Best Smartphone.
Baca juga: Samsung Galaxy S26 diwartakan bakal memiliki fitur "anti-intip"
Sehingga, Samsung tidak hanya berfokus pada penyajian perangkat keras yang tersaji di Galaxy S Series untuk mendapatkan perhatian konsumen-konsumennya.
Mereka dengan jeli melihat peluang tersebut dengan menghadirkan pendekatan cerdas melalui Nightography, yang menjadi fondasi pengembangan kamera Galaxy S Series dari generasi ke generasi.
“Setiap pengguna dapat menangkap momen dengan hasil yang tajam, terang, dan detail di berbagai kondisi cahaya. Inovasi Nightography kami hadir agar malam tidak lagi menjadi batasan kreativitas,” ujar Ilham.
Baca juga: Samsung berhasil uji coba teknologi penting untuk jaringan 6G
Identitas yang dibangun oleh Samsung sejak 2022 lalu, melalui hadirnya Samsung Galaxy S22 Series menjadikan ponsel pintar ini memiliki keandalan untuk merekam gambar dalam kondisi minim cahaya atau yang mereka sebut sebagai Nightography.
Hal ini tidak terlepas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang secara terus menerus dibenahi oleh Samsung untuk menghadirkan pengalaman yang berbeda saat menangkap momen penting tanpa harus mengorbankan warna hingga noise yang menjadi kendala ketika foto atau video pada kondisi low light.
Baca juga: Debut Samsung Galaxy A37 dan A57 semakin dekat setelah muncul di IMDA
Perbaikan juga terus dilakukan oleh Samsung Galaxy S Seires ke generasi selanjutnya, seperti Samsung Galaxy S23 Ultra, yang membawa sensor 200MP dan dukungan prosesor generasi baru untuk pemrosesan lebih cepat.
Tidak heran ketika gambar yang dihasilkan ini tampak seperti menggunakan kamera profesional. Hal ini berkat, inovasi yang selalu digali oleh Samsung.
Pada ponsel pintar Galaxy S25 Series, diklaim memiliki ProVisual Engine yang menggunakan mesin AI yang sudah terlatih menggunakan lebih dari 400 juta dataset.
Baca juga: Samsung catat peningkatan penggunaan Galaxy AI pada 2025
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































