Jakarta (ANTARA) -
Dokter dan ahli gizi masyarakat Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum menyampaikan bahwa sahur makanan bergizi seimbang bisa membantu mencegah kantuk bagi mereka yang saat berpuasa harus berkendara atau bekerja pada pagi hari.
Saat dihubungi ANTARA pada Selasa, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengatakan bahwa jenis dan porsi makanan yang dikonsumsi berpengaruh pada kestabilan gula darah.
Mengonsumsi makanan dengan kadar tinggi gula saat sahur dapat memicu lonjakan gula darah.
"Lonjakan gula darah akan diikuti kejaran insulin yang berusaha menekan gula darah agar kembali normal. Rangkaian ini yang membuat konsentrasi anjlok," kata dr. Tan.
Ia menambahkan, sekitar dua jam setelah mengonsumsi makanan tinggi gula, kadar gula darah dapat naik tajam lalu turun cepat, sehingga menimbulkan rasa lemas dan mengantuk.
Oleh karena itu, ahli gizi itu mengatakan, sebaiknya mengupayakan tubuh mendapat asupan gizi yang seimbang saat sahur agar konsentrasi bisa terjaga selama menunaikan puasa pada bulan Ramadhan.
"Sahur gizi seimbang, menu lengkap tapi sederhana, bukan mewah atau ribet. Ikuti konsep Isi Piringku," katanya.
Baca juga: Penyebab kantuk muncul usai sahur dan berbuka puasa
Isi Piringku adalah pedoman yang disusun oleh Kementerian Kesehatan untuk mengampanyekan penerapan pola konsumsi makanan yang sesuai dengan pedoman gizi seimbang.
Menurut pedoman itu, setiap kali makan separuh piring disarankan diisi dengan sayuran dan buah sumber vitamin, mineral, dan serat serta separuh lagi diisi dengan makanan pokok sumber karbohidrat dan lauk pauk yang mencakup sumber protein nabati dan hewani.
Dokter Tan menyampaikan pentingnya mengupayakan menu sahur mencakup makanan pokok sumber karbohidrat, lauk-pauk sumber protein, serta sayur dan buah sumber serat dalam porsi seimbang.
Baca juga: Konsumsi karbohidrat berlebih saat sahur bikin tubuh cepat merasa lapar
Baca juga: Dokter ingatkan, minum dan makan bertahap saat sahur dan buka puasa
Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































