Rusia tidak perpanjang Traktat New START karena sikap AS

2 days ago 1

Moskow (ANTARA) - Rusia menyatakan Traktat Pengurangan Senjata Strategis Baru (New START) tidak diperpanjang karena sikap Amerika Serikat yang menyatakan siap mengaktifkan kemampuan nuklir cadangannya.

Pernyataan itu disampaikan Perwakilan Tetap Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa Gennady Gatilov dalam wawancara dengan RIA Novosti, Sabtu.

"Pada Februari tahun ini, Traktat New START tidak diperpanjang karena sikap Washington," kata Gatilov.

Menurut dia, Amerika Serikat mengabaikan usulan Rusia untuk mempertahankan pengendalian diri dan stabilitas di bidang strategis.

Sebaliknya, Washington menyatakan kini memiliki "keleluasaan bertindak" dan dapat bertindak dari posisi yang lebih kuat.

Gatilov mengatakan Amerika Serikat memang belum secara resmi membahas penambahan jumlah hulu ledak nuklir.

Namun, menurut dia, Washington telah mengonfirmasi kesiapan untuk segera mengaktifkan apa yang disebut sebagai kapasitas nuklir cadangan (breakaway potential).

"Mereka telah mengonfirmasi kesiapan mengaktifkan kapasitas nuklir cadangan," ujar Gatilov.

Ia menambahkan Amerika Serikat juga siap memodifikasi sebagian pesawatnya agar dapat membawa senjata nuklir.

Selain itu, Gatilov kembali menuding Amerika Serikat secara tidak sah telah mengecualikan puluhan wahana peluncur dari cakupan Traktat New START.

Menurutnya, isu tersebut telah lama menjadi perhatian Rusia dalam pembahasan mengenai pelaksanaan perjanjian pengendalian senjata tersebut.

Sumber: Sputnik

Baca juga: Di Sidang Dewan HAM PBB, Menlu RI soroti kemunduran pelucutan senjata

Baca juga: Lavrov: Rusia pantau langkah AS usai traktat nuklir New START berakhir

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |