Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia memperkuat diplomasi hijau melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait konservasi komodo bersama dengan Prefektur Shizuoka, Jepang.
“Ini adalah bagian dari green diplomacy atau diplomasi hijau. Kita berharap kita berbagi tanggung jawab, berbagi kerja sama untuk mengatasi masalah iklim, bagaimana menjaga hutan kita lebih baik, konservasi dan juga kekayaan keanekaragaman hayati yang lebih baik,” kata Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Adapun penandatanganan MoU tersebut dilakukan Menhut Raja Antoni dengan Gubernur Shizuoka Suzuki Yasutomo di Shizuoka, Jepang, sekaligus menjadi salah satu rangkaian agenda kunjungan diplomasi Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea.
Lebih lanjut, ia mengatakan kerja sama mencakup breeding loan komodo yang nantinya akan ditempatkan di iZoo yang terletak di Kawazu, Shizuoka, yang merupakan kebun binatang reptil dan amfibia terbesar di Jepang.
“Indonesia adalah salah satu negara tropis terbesar di dunia, memiliki hutan yang sangat luas dan memiliki kekayaan biodiversity yang sangat luar biasa tidak tergantikan di dunia ini. Komodo adalah salah satu binatang flagship yang ada di Indonesia, di antara banyak satwa-satwa lain di Indonesia seperti gajah, harimau, dan lain sebagainya,” katanya.
Raja Antoni berharap nantinya dengan adanya Komodo dapat mempromosikan keanekaragaman hayati dan menarik minat masyarakat Jepang untuk melihat langsung komodo di Pulau Komodo Indonesia.
“Ini merupakan kerja sama yang pertama tapi tidak terakhir. Kami berharap nanti dengan adanya Komodo di iZoo akan mempromosikan kekayaan dan keanekaragaman hayati di Indonesia,” ujar dia.
Selain kelestarian satwa, ia juga berharap Indonesia dapat belajar dengan pemerintah Jepang terkait menjaga keseimbangan pembangunan industrialisasi dengan tetap menjaga alam dengan baik, serta mendiskusikan kemungkinan membuat “sister park”.
“Saya berharap ke depan kita bisa berbincang tentang kemungkinan untuk menjadikan Gunung Fuji dengan gunung yang lain yang ada di Indonesia sebagai sister park,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Shizuoka Suzuki Yasutomo mengaku senang dan bangga dapat bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI.
Ia juga memastikan Jepang akan berkontribusi untuk kelestarian Komodo dengan pengembangbiakan.
“Karena komodo merupakan satwa liar yang terancam punah, kami sangat senang dapat berkontribusi untuk mengembangbiakkan komodo. Kami berharap kerjasama ini dapat berjalan dengan lancar,” kata Suzuki.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































