London (ANTARA) - Pemerintah Prancis meluncurkan paket bantuan darurat senilai 70 juta euro (sekitar Rp1,22 triliun) untuk melindungi sektor utama dari "krisis volatilitas harga" akibat perang di Timur Tengah.
Paket itu menyasar sektor transportasi, pertanian, dan perikanan, menurut pernyataan pemerintah yang dikutip Anadolu pada Sabtu (28/3).
Para pejabat menyatakan langkah tersebut penting untuk menjaga "kedaulatan pangan" dan memastikan kelancaran ekonomi nasional.
Perusahaan kecil dan menengah di sektor transportasi darat akan menerima bantuan sebesar 50 juta euro dengan skema pembayaran tetap 0,20 euro (sekitar Rp3.490) per liter.
Pajak solar pertanian akan dibebaskan selama satu bulan. Sektor perikanan mendapat alokasi 5 juta euro untuk menutupi biaya bahan bakar, yang kini mencapai 35 persen dari total operasional.
Pemerintah juga menyediakan "penyangga keuangan," termasuk penangguhan pembayaran pajak dan jaminan sosial tanpa denda, serta pinjaman "Boost Fuels" hingga 50.000 euro bagi usaha kecil.
Langkah-langkah tersebut berlaku selama April 2026.
Perang antara AS-Israel dan Iran telah berlangsung selama satu bulan. Sejak 28 Februari, perang tersebut telah menewaskan lebih dari 1.340 orang di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Iran melakukan serangan balasan ke Israel dan sejumlah wilayah yang menampung aset militer AS di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk.
Selat Hormuz, jalur bagi pengiriman 20 juta barel minyak per hari, mengalami gangguan sejak awal Maret, yang mendorong kelangkaan pasokan dan kenaikan harga minyak dunia.
Baca juga: Cegah kelangkaan BBM, Prancis izinkan penjualan solar di bawah standar
Baca juga: Iran kritik Macron abaikan serangan terhadap fasilitas energi Iran
Penerjemah: Primayanti
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































