Jepara (ANTARA) - Lomban (pesta laut) kupatan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang puncaknya digelar larung kepala kerbau di Perairan Laut Jepara, nantinya dikemas menjadi lebih menarik agar turis asing yang menyaksikan semakin banyak.
"Nantinya para turis asing akan kita tawarkan untuk ikut pesta lomban. Hal ini sebagai bagian dari upaya promosi agar tradisi budaya khas Jepara ini bisa mendunia. Ini juga bagian komitmen kita nguri-nguri budaya tradisi Jepara," kata Bupati Jepara Witiarso Utomo di sela-sela Lomban Kupatan 2026 yang diwarnai dengan larung kepala kerbau di Laut Jepara, Sabtu.
Selain berupaya mendatangkan turis mancanegara, pihaknya juga akan melibatkan kembali kapal perang TNI AL untuk ikut menyemarakkan tradisi budaya ini.
Ia berencana menjadikan tradisi Lomban Syawalan Jepara lebih menarik dengan membuat atraksi air di sepanjang Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kelurahan Ujungbatu, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, untuk menghibur warga yang tidak mendapatkan kesempatan ikut melarung kepala kerbau ke tengah laut.
Prosesi larungan ini menjadi rangkaian Pesta Lomban yang setiap tahunnya selalu menarik perhatian wisatawan dan menjadi daya tarik budaya unggulan Kabupaten Jepara.
Pesta lomban kupatan hari ini (28/3), juga turut disaksikan langsung oleh turis asing asal Jerman, selain pula hadir Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Wabup M Ibnu Hajar, Forkompinda Jepara serta sejumlah anggota DPR RI dan DRPD Jateng berbaur dengan warga mengikuti prosesi larungan kepala kerbau ini.
Salah satu bule yang ikut memeriahkan tradisi Lomban Syawalan Jepara, yakni Maria Gracya Ina. Bule asal Jerman yang sengaja datang bersama suaminya Lido untuk menyaksikan tradisi turun temurun warga pesisir Jepara ini.
"Menarik sekali tradisi sedekah laut ini. Karena di era modern, tapi tradisi budaya seperti masih hidup dan lestari. Ini saya juga ikut memposting kemeriahan tradisi ini lewat media sosial," ujar Maria Gracya Ina.
Acara puncak tradisi lomban yang diwarnai dengan larung kepala kerbau itu, juga dimeriahkan dengan kehadiran seribuan perahu nelayan.
Setiap perahu dari berbagai ukuran juga dijejali para pengunjung yang ingin menyaksikan langsung proses pelarungan miniatur perahu yang di dalamnya terdapat sesaji yang berisi kepala kerbau, ingkung (ayam utuh), jajanan pasar, serta kupat dan lepat.
Ketika sesaji dilarung di perairan sekitar Pulau Panjang Jepara, sejumlah kapal nelayan berebut mendekat, sehingga sejumlah kapal nelayan tampak berupaya merebutkan miniatur perahu tersebut. Sedangkan sebagian awak perahu lainnya mengambil air laut untuk disiramkan ke perahu sebagai ikhtiar agar Tuhan Yang Maha Esa memberikan keselamatan selama melaut dengan hasil yang menggembirakan.
Baca juga: Ratusan perahu nelayan iringi tradisi lomban kupatan Jepara
Baca juga: Tradisi larung kepala kerbau akan tetap digelar di Jepara
Baca juga: Sumenep lestarikan tradisi Lebaran melalui Festival Ketupat
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































