Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI Beijing melaporkan Indonesia berhasil melakukan ekspor perdana durian beku ke Tiongkok sebanyak 23 ton dengan nilai 123,84 ribu dolar AS atau setara Rp2,08 miliar.
Dalam keterangan di Jakarta, Kamis, Atdag Beijing Budi Hansyah mengatakan produk durian beku tersebut merupakan produksi dari PT Amerta Nadi Agro Cemerlang asal Sulawesi Tengah.
Ia menyampaikan ekspor durian beku ini menjadi bukti nyata diterimanya standar kualitas hortikultura Indonesia di pasar global.
Pencapaian tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat posisinya sebagai pemasok produk hortikultura berkualitas tinggi di pasar internasional.
"Ekspor langsung ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat posisi di pasar global. Durian beku yang dikirimkan telah memenuhi berbagai standar yang ditetapkan otoritas Tiongkok mulai dari keamanan pangan, kesehatan tumbuhan, hingga persyaratan mutu produk,” ujar Budi.
Budi menambahkan, masuknya durian beku Indonesia ke pasar Tiongkok telah memperoleh persetujuan Badan Karantina RI serta diproses sesuai ketentuan kepabeanan dan melalui pengawasan karantina yang berlaku di Tiongkok.
Durian beku Indonesia ini akan diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti durian potong bercangkang, daging durian beku, durian kering, durian kering beku, dan pasta durian untuk didistribusikan ke berbagai wilayah di Tiongkok.
Melihat besarnya potensi durian olahan di pasar
Tiongkok, Budi pun mengajak para pelaku usaha di tanah air untuk menjajaki peluang ekspor durian bernilai tambah ke Tiongkok.
"Kemendag terus memotivasi para pelaku usaha di tanah air untuk merambah produk olahan bernilai tambah. Hal ini mengingat besarnya potensi pasar di Tiongkok yang menunjukkan minat tinggi terhadap varian produk seperti durian kering hingga pasta durian," jelas Budi.
Budi menegaskan Kemendag terus memfasilitasi promosi dan penguatan jejaring bisnis agar lebih banyak produk unggulan Indonesia dapat bersaing di pasar Tiongkok.
Menurut Budi, kehadiran durian beku Indonesia di Tiongkok turut mendukung pengembangan Pusat
Perdagangan Buah Tiongkok-ASEAN yang terletak di Qinzhou.
Pelabuhan ini adalah simpul logistik utama bagi kawasan Asia Tenggara yang didukung layanan kepabeanan cepat serta fasilitas pemeriksaan dan pengujian terintegrasi.
Sejalan dengan itu, dukungan infrastruktur pelabuhan Qinzhou, kawasan berikatnya, serta jaringan logistik laut dan kereta barangnya yang menjangkau wilayah pedalaman Tiongkok akan bermanfaat memperkuat daya saing produk hortikultura bernilai tambah Indonesia.
Dengan dukungan infrastruktur tersebut, produk Indonesia dapat menjangkau pasar Tiongkok secara lebih cepat dan kompetitif. Sementara itu, untuk durian beku Indonesia, distribusinya akan semakin luas dan efisien.
"Memperkuat ekspor melalui pelabuhan Qinzhou tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok produk hortikultura dari Asia Tenggara, tetapi juga membuka peluang perluasan pasar ke berbagai wilayah strategis di Tiongkok," ujar Budi
Pada Januari-November 2025, total perdagangan Indonesia dengan Tiongkok tercatat sebesar 138,34 dolar AS miliar atau meningkat 12,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ekspor Indonesia ke Tiongkok pada periode Januari-November 2025 tercatat sebesar 60,30 miliar dolar AS. Sementara itu, pada 2024, total perdagangan kedua negara mencapai 136,59 miliar dolar AS.
Baca juga: Apdurin komitmen jaga pasar ekspor durian beku Indonesia di Tiongkok
Baca juga: Bogor perluas pasar hortikultura lewat ekspor durian beku ke Tiongkok
Baca juga: Apdurin: Dukungan pemerintah jadi kunci ekspor durian ke Tiongkok
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































