Jakarta (ANTARA) - Indonesia mengapresiasi dukungan Aljazair terhadap investasi dan ekspansi bisnis Pertamina ke Aljazair selama ini serta mengharapkan agar dorongan tersebut semakin diperkuat melalui penjajakan peluang kemitraan baru di sektor migas.
Disampaikan Duta Besar RI untuk Aljazair Yusron Ambary, peningkatan nilai perdagangan dan investasi Indonesia-Aljazair menjadi salah satu prioritas dalam penugasannya, dan pihaknya akan mengoptimalkan posisi strategis Pertamina dalam upaya tersebut.
“Kami melihat Aljazair bukan hanya sebagai tempat Pertamina beroperasi, tetapi juga sebagai salah satu pusat pertumbuhan bisnis Pertamina ke depan,” ujar Dubes Yusron melalui keterangan tertulis KBRI Alger yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Pernyataan tersebut disampaikan Yusron dalam pertemuan dengan CEO Sonatrach Nour Eddine Daoudi, perusahaan minyak dan gas nasional Aljazair, di Alger, Rabu (9/9).
Yusron mengatakan peningkatan nilai perdagangan dan investasi Indonesia-Aljazair menjadi salah satu prioritas dalam penugasannya. Untuk itu, pihaknya akan mengoptimalkan posisi strategis Pertamina dalam mendorong penguatan hubungan ekonomi kedua negara.
Pertamina telah hadir di Aljazair sejak 2014 sebagai operator blok migas di negara tersebut. Pertamina juga telah memperoleh pembaruan kontrak operasi untuk 25 tahun ke depan dengan opsi perpanjangan selama 10 tahun, kata Yusron.
Ia mendorong Sonatrach untuk terus mendukung upaya Pertamina memperluas bisnis di Aljazair sehingga dapat turut membantu Indonesia menjaga ketahanan energi di tengah gejolak global.
Sejak mulai beroperasi di Aljazair, seluruh minyak mentah yang diperoleh dan menjadi hak Pertamina dari negara tersebut dikapalkan untuk kemudian diolah di Indonesia, tambahnya.
Sementara itu, CEO Sonatrach Nour Eddine Daoudi mengapresiasi hubungan baik antara pihaknya dengan Pertamina sebagai mitra bisnis dan KBRI Alger sebagai perwakilan RI di Aljazair.
Ia mengatakan investasi Pertamina di Aljazair masih relatif kecil meskipun peluang ekspansi bisnis di negara tersebut cukup besar. Menurut dia, kedekatan politik dan sejarah antara Indonesia dan Aljazair dapat menjadi modal penting untuk memperluas kemitraan bilateral.
Selain sektor migas, Sonatrach juga mengundang investor Indonesia untuk menjajaki peluang kerja sama di industri pupuk. Peluang tersebut semakin terbuka dengan adanya kesempatan investasi asing dalam sektor produksi urea dan amonia di Aljazair, ujarnya.
Daoudi juga menyampaikan niat mengundang Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri untuk berkunjung ke Aljazair guna menghadiri North Africa Energy & Hydrogen Exhibition and Conference (NAPEC) pada Oktober 2026 serta Konferensi Internasional Minyak dan Gas pada November 2026.
Dengan penguatan investasi Pertamina serta pengembangan kerja sama di bidang pupuk dan fosfat, Indonesia mendorong agar kemitraan dengan Aljazair semakin kuat di bidang perdagangan dan investasi, demikian KBRI Alger.
Baca juga: Presiden Aljazair nyatakan siap prioritaskan investasi asal Indonesia
Baca juga: Monumen Soekarno siap dibangun di Aljir Aljazair
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.















































