Pemkot Jakbar keruk Kali Mookervart untuk perlancar aliran air

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat (Jakbar) mengeruk sedimen lumpur di Kali Mookervaart, kawasan RW 1 dan RW 2, Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, untuk memperlancar aliran air, Jumat.

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan pengerukan itu merupakan bagian dari program mitigasi banjir dan genangan yang dilakukan secara rutin dan terjadwal.

"Kita memastikan semua saluran, baik mikro, PHB (Penghubung), dan kali, tidak ada lagi lumpur atau sedimen," kata Iin di Kali Mookervaart, Jakarta Barat, Jumat.

Dia menyebutkan pengerukan itu dilakukan dengan menggunakan alat berat khusus untuk mengeruk tumpukan sedimen pada sisi kali.

"Target kita dalam seminggu ke depan adalah penyelesaian pengerukan sedimen yang berada di sisi kali," ujar Iin.

Selain melakukan pengerukan, Pemkot Jakbar akan membongkar jembatan yang sudah tidak digunakan di lokasi tersebut.

Jembatan yang rendah, kata Iin, kerap membuat sampah tersangkut saat hujan deras.

Baca juga: Pembangunan saluran di Ciracas ditargetkan rampung Desember 2026

Kondisi itu pun dikhawatirkan menghambat aliran air serta menyulitkan alat berat saat melakukan pengerukan.

"Jembatan itu sekarang sangat rendah dan sudah ditutup sehingga tidak bisa dimanfaatkan lagi. Saat hujan lebat dan debit air kali tinggi, sampah pasti menyangkut di jembatan tersebut," terang Iin.

Pemkot Jakbar telah berkoordinasi dengan Suku Dinas (Sudin) Bina Marga dan tim teknis Sudin Sumber Daya Air (SDA) untuk membongkar jembatan tersebut.

Namun, sebelum pembongkaran itu dilakukan, Pemkot Jakbar terlebih dahulu memastikan batas aset dan menyiapkan desain teknis.

"Secara administrasi, hari Selasa (15 September 2026) nanti, Biro PLH (Pembangunan dan Lingkungan Hidup) akan mengadakan rapat dengan mengundang semua tim, UKPD (Unit Kerja perangkat Daerah), dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait untuk memastikan batas asetnya terlebih dahulu," tutur Iin.

Setelah itu, sambung dia, Dinas SDA dan Sudin SDA akan menyiapkan gambar desain teknis sebelum menentukan jadwal pelaksanaan pembongkaran.

Dia pun berharap seluruh proses itu dapat dikebut sehingga persoalan di lokasi tersebut selesai sebelum puncak musim hujan.

"Kita semua berharap, mumpung ini masih bulan September, sebelum musim hujan datang atau sebelum Desember nanti, proyek ini sudah selesai," ungkap Iin.

Baca juga: Cegah banjir, Pemkot Jaktim gencarkan bersih-bersih kali dan saluran

Sementara itu, Kepala Suku Dinas (Kasudin) SDA Jakarta Barat Mustajab menambahkan pengerukan saluran air di Jakarta Barat telah dilakukan secara masif selama setahun terakhir.

Saat ini, terdapat 10 titik pengerukan yang menjadi fokus, salah satunya, yakni Kali Mookervaart. Sistem pengerukan di lokasi tersebut dilakukan secara berkelanjutan dengan mengerahkan armada angkut di setiap titik.

"Kalau pimpinan bertanya mana yang sudah selesai, segmen Haji Jairi misalnya, akan kita tuntaskan dalam satu minggu. Setelah selesai, armada akan dipindah ke bagian hilirnya lagi yang belum dikeruk. Kita lakukan secara kontinu seperti itu," papar Mustajab.

Secara keseluruhan, Sudin SDA Jakarta Barat mengerahkan 30 unit dump truck dan satu alat berat untuk mengangkut material hasil pengerukan.

Sedimen hasil pengerukan pun tidak dibuang percuma. Tanah hasil sedimen itu dimanfaatkan untuk mendukung program perluasan pemakaman di kawasan Walungan, Tegal Alur.

"Dari pada harus mendatangkan tanah merah yang harganya luar biasa mahal, kita menggunakan tanah kerukan ini untuk pemakaman," pungkas Mustajab.

Baca juga: Pramono targetkan normalisasi Kali Cakung Lama rampung pada 2028

Baca juga: Cegah banjir, Sudin SDA Jaktim optimalkan fungsi saluran di Ciracas

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |