RI-Belarus buka peluang penguatan kerja sama perdagangan hingga pangan

6 hours ago 7

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Republik Belarus Alexander Turchin guna membahas penguatan kerja sama di sektor perdagangan hingga pangan.

"Belarus merupakan mitra strategis Indonesia di kawasan Eurasia Timur dan menjadi salah satu pintu masuk penting menuju pasar Uni Ekonomi Eurasia (EAEU)," kata Airlangga dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Jumat.

Airlangga juga menyambut rencana kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko ke Indonesia pada awal Juli 2026 mendatang.

Persiapan kunjungan saat ini tengah berjalan, termasuk penyelesaian sejumlah agenda penting yang diharapkan dapat dituntaskan selama kunjungan berlangsung, terutama terkait Peta Jalan (Roadmap) Kerja Sama Belarus-Indonesia.

"Indonesia juga siap menyambut kunjungan delegasi bisnis Belarus ke Indonesia pada rangkaian kunjungan presiden Belarus," ujar dia.

Belarus dinilai memegang posisi signifikan dalam mendukung agenda industrialisasi, ketahanan pangan, dan diversifikasi pasar Indonesia.

Negara tersebut dikenal memiliki basis industri manufaktur yang kuat dengan kontribusi sektor manufaktur mencapai sekitar 20,3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2024.

Selain itu, Belarus juga memiliki keunggulan dalam pengembangan agroindustri dan mekanisasi pertanian yang mendukung ketahanan pangan nasional, termasuk tingkat swasembada pangan yang mencapai 96 persen.

Dengan pengalaman dan keunggulan Belarus di bidang teknologi pertanian, kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan modernisasi sektor pertanian Indonesia serta mempercepat pencapaian ketahanan pangan nasional.

Pada kesempatan yang sama, Perdana Menteri Belarus Alexander Turchin menyampaikan komitmen negaranya untuk terus memperkuat kemitraan ekonomi dengan Indonesia.

Belarus juga mendukung pembukaan Kedutaan Besar RI di Minsk guna memperlancar hubungan kedua negara.

Lebih lanjut, kedua pihak turut membahas Indonesia-EAEU Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang ditandatangani pada 21 Desember 2025 di St Petersburg.

Indonesia menilai tercapainya perjanjian tersebut mencerminkan komitmen bersama kedua pihak dalam memperkuat kerja sama ekonomi serta mendorong kemitraan perdagangan yang terbuka, inklusif, dan saling menguntungkan.

Baca juga: RI lirik teknologi traktor Belarus untuk modernisasi pertanian

Baca juga: Kadin Indonesia dan Belarus bahas peluang kerja sama industri pupuk

Baca juga: RI-Belarus buka peluang kerja sama sektor pertanian dan teknologi

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |