Xi Jinping undang Donald Trump ke tur privat di Zhongnanhai

4 hours ago 8

Beijing (ANTARA) - Presiden China Xi Jinping mengundang Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke kompleks pusat pemerintahan tertinggi yang sangat privat di Beijing, Zhongnanhai.

"Hari ini, saya mengajak Presiden Trump dan pejabat tinggi lainnya mengunjungi Zhongnanhai. Zhongnanhai adalah tempat kerja dan tempat tinggal para pemimpin negara, termasuk saya sendiri," kata Presiden Xi dalam video yang disiarkan oleh televisi pemerintah, Jumat.

Zhongnanhai merupakan kompleks pemerintahan dan kepemimpinan tertinggi di China yang menggabungkan kantor presiden, kantor perdana menteri maupun kantor dan kediaman para elit Partai Komunis China seperti Gedung Putih untuk pemerintah AS tetap Zhongnanhai tertutup untuk publik dan punya keamanan sangat tinggi.

Hanya sedikit pemimpin dunia yang pernah masuk ke lokasi tersebut. Di antara mereka adalah Presiden Rusia Vladimir Putin yang bertemu Xi Jinping pada 16 Mei 2024; Raja Kamboja Norodom Sihamoni dan Ibu Suri Norodom Monineath Sihanouk pada 2017 dan 2025; Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Máxima pada 2018 maupun Presiden AS George W. Bush yang diundang bersama Presiden China saat itu Jiang Zemin pada 22 Februari 2002.

"Sejak berdirinya Republik Rakyat China pada 1949, para pemimpin China seperti Mao Zedong, Zhou Enlai, Deng Xiaoping, Jiang Zemin, dan Hu Jintao pernah bekerja dan tinggal di sini. Kunjungan ini sebenarnya juga merupakan bentuk balasan atas penyambutan Presiden Trump kepada saya di Mar-a-Lago pada 2017," ungkap Xi.

Xi menjelaskan bahwa Zhongnanhai tadinya merupakan bagian dari taman kekaisaran, sehingga memiliki nuansa sejarah yang sangat kuat.

Dalam rilis tertulis dari pemerintah China disebutkan saat Trump sampai di Zhongnanhai, Xi Jinping menyambutnya dengan hangat. Kedua kepala negara berjalan sambil berbincang, sesekali berhenti untuk menikmati pemandangan pohon-pohon tua yang kokoh menjulang serta berbagai jenis bunga mawar di taman.

"Saat saya berjalan bersama Presiden Trump tadi, kita beberapa kali berhenti sejenak. Pohon-pohon di sini sudah berusia ratusan tahun, salah satunya berusia sekitar 490 tahun. Di kawasan istana ini, sejarahnya dapat ditelusuri hingga lebih dari seribu tahun," tambah Xi.

Ia pun menyebut Trump tampak sangat tertarik dengan isi Zhongnanhai, termasuk bunga-bunga mawar di sana.

"Saya juga setuju untuk mengirimkan biji mawar itu ke Presiden Trump sebagai hadiah," ungkap Xi.

Trump pun segera menanggapi positif niat Xi Jinping mengirim biji bunga mawar tersebut.

"Tentu saya senang sekali. Kunjungan ini luar biasa, dan menurut saya banyak sekali hal baik yang dihasilkan darinya. Kami telah mencapai sejumlah kesepakatan perdagangan yang fantastis, sangat baik bagi kedua negara," kata Trump.

Trump menyebut Xi Jinping sebagai orang yang sangat ia hormati.

"Saya benar-benar menjadi pengagumnya. Kami sudah saling mengenal selama 11, hampir 12 tahun, itu waktu yang lama dan kami telah menyelesaikan berbagai persoalan yang tidak akan mampu diselesaikan oleh orang lain. Hubungan ini sangat kuat," ungkap Trump.

Ia pun yakin keduanya telah mencapai hal-hal yang luar biasa tanpa merinci apa saja kesepakatan yang didapat.

"Saya yakin kami akan kembali, mungkin pada 24 September atau sekitar tanggal itu dan Presiden Xi akan datang ke Amerika Serikat. Kunjungan ini akan bersifat timbal balik, seperti perdagangan timbal balik," kata Trump singkat.

Saat kunjungan tersebut juga hadir Sekretaris Sekretariat Komite Pusat Partai Komunis China (PKC) Cai Qi, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Duta Besar AS untuk China David Perdue, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Keuangan Scott Bessent, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.

Baca juga: Takaichi dan Trump Bahas Xi serta Indo-Pasifik

Baca juga: Trump akan pertimbangkan cabut sanksi China beli minyak Iran

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |