Beijing (ANTARA) - Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengungkapkan sejumlah hasil pertemuan Presiden China Xi Jinping dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mulai dari isu Taiwan hingga situasi Timur Tengah.
"Dalam pertemuan kali ini, isu Taiwan merupakan salah satu topik utama. Posisi China sangat jelas. Pertama, masalah Taiwan adalah urusan dalam negeri China," kata Wang Yi dalam pernyataannya di laman Kementerian Luar Negeri China, Jumat (15/5) malam.
Xi dan Trump melakukan pertemuan bilateral lebih dari dua jam pada Kamis, yang dilanjutkan dengan kunjungan ke Kuil Langit dan jamuan makan malam kenegaraan.
Pada Jumat, Trump juga mendapat tur pribadi ke Zhongnanhai, kompleks kantor dan kediaman resmi Xi Jinping serta petinggi Partai Komunis China lainnya.
Wang Yi mengatakan bahwa mewujudkan "penyatuan kembali negara secara penuh" merupakan harapan bersama bangsa China.
"Daratan China dan Taiwan sama-sama merupakan bagian dari satu China," katanya.
Ia mengatakan prinsip "satu China" dan tiga komunike bersama China-AS harus tetap dipatuhi oleh Amerika Serikat.
Baca juga: Trump: AS dan China sama-sama tak ingin Iran punya senjata nuklir
Ia juga menegaskan bahwa isu Taiwan merupakan persoalan paling sensitif dalam hubungan China-AS.
"Jika ditangani dengan baik, hubungan kedua negara dapat mempertahankan stabilitas secara umum. Namun jika tidak ditangani dengan baik, kedua negara dapat mengalami benturan bahkan konflik," kata Wang Yi.
Ia mengatakan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan hanya dapat dijaga apabila tidak ada dukungan terhadap "kemerdekaan Taiwan".
"Dalam pertemuan ini, kami merasakan bahwa Amerika memahami posisi China, memperhatikan keprihatinan China, dan seperti masyarakat internasional, tidak mengakui maupun menerima Taiwan menuju kemerdekaan," katanya.
Terkait hubungan ekonomi, Wang Yi mengatakan China dan AS seharusnya membangun hubungan yang saling menguntungkan.
"Dalam menghadapi perbedaan dan gesekan, konsultasi yang setara adalah satu-satunya pilihan yang benar," ujarnya.
Menurut Wang Yi, tim ekonomi kedua negara telah mencapai hasil yang dinilai seimbang dan positif.
Baca juga: Xi Jinping undang Donald Trump ke tur privat di Zhongnanhai
Hasil tersebut mencakup pembentukan dewan perdagangan dan investasi, penyelesaian isu akses pasar produk pertanian, serta upaya memperluas perdagangan dua arah dalam kerangka penurunan tarif.
Wang Yi mengatakan kedua pihak masih membahas detail teknis sebelum menyepakati pelaksanaan hasil konsultasi tersebut.
Terkait Timur Tengah, ia mengatakan Presiden Xi menegaskan bahwa kekuatan militer tidak dapat menyelesaikan masalah kawasan.
"Dialoglah jalan yang benar. Perundingan tak akan selesai dalam satu langkah, tetapi karena pintu dialog telah terbuka, pintu itu tak seharusnya ditutup kembali," kata Wang Yi.
China juga mendorong Amerika Serikat dan Iran menyelesaikan perbedaan, termasuk isu nuklir, melalui jalur perundingan.
Selain itu, China mendukung pembukaan kembali Selat Hormuz dengan tetap mempertahankan gencatan senjata.
"China berpandangan bahwa jalan mendasar untuk menyelesaikan masalah selat tersebut adalah mewujudkan gencatan senjata yang permanen dan menyeluruh," ujarnya.
Mengenai krisis Ukraina, Wang Yi mengatakan China dan AS sama-sama berharap perang segera berakhir.
"China dan AS bersedia terus menjaga komunikasi dan memainkan peran konstruktif bagi penyelesaian politik krisis tersebut," katanya.
Baca juga: Trump akan pertimbangkan cabut sanksi China beli minyak Iran
Baca juga: Trump dan Xi punya "pemahaman baik" soal isu Taiwan dan Iran
Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































