RDF Rorotan masih dikeluhkan warga, Legislator minta Amdal dievaluasi

1 day ago 2

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Ali Lubis mengatakan, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) RDF Plant Rorotan perlu dievaluasi kembali karena pengoperasian tempat pengolahan sampah tersebut masih dikeluhkan masyarakat.

"Audit ulang Amdal. Agar Amdal yang telah dibuat sejak awal dievaluasi kembali," kata Ali di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, audit ulang Amdal ini dimaksudkan agar apa yang sudah tercantum di dalam Amdal dapat dijalankan sesuai dengan kajiannya.

Pemerintah, kata Ali, juga perlu mengecek apakah ada yang kurang atau apa yang belum dijalankan sesuai dengan kajian, dan jika ditemukan maka segera terapkan.

Baca juga: Pramono tawarkan bantuan atasi persoalan sampah di Banten

Selain itu, ketika yang dikeluhkan warga terkait masalahnya air lindi yang menetes akibat truk angkut sampah yang sudah tidak layak, maka harus ada truk baru yang layak untuk mengangkat sampah tersebut.

"Pemerintah juga harus transparansi ke publik artinya setiap perbaikan yang dilakukan seperti penambahan alat pengurang bau misal ada penambahan alat deodorize harus disampaikan ke publik agar masyarakat mengetahuinya," ujarnya.

Ali menambahkan, pihaknya juga meminta evaluasi SOP teknis proses pengolahan sampah agar sesuai prosedur yang semestinya, seperti alur pengolahan sampahnya dari truk pengangkut lalu ke tahapan selanjutnya.

Semua, kata Ali, harus dilakukan ketika RDF Rorotan akan dioperasikan kembali, hal ini agar tidak lagi menimbulkan masalah di tengah-tengah masyarakat.

Baca juga: Wali Kota Jakbar kerahkan jajaran untuk bersihkan sampah pascabanjir

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta meningkatkan teknologi pengendalian lingkungan sebagai komitmen pengelolaan lingkungan di RDF Plant Rorotan dengan memasang sejumlah alat.

"Peningkatan teknologi ini kami lakukan untuk meminimalkan potensi dampak lingkungan, khususnya terkait bau dan emisi udara," kata Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto di Jakarta, Minggu (1/2).

Menurut dia, RDF Plant Rorotan telah melakukan peningkatan pada sistem perangkat pengendali polusi udara (air pollution control devices/APCD) sebagai bagian dari komitmen pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

Untuk itu, di RDF Rorotan, kata Asep, saat ini telah terpasang empat unit alat penetral bau tak sedap (deodorizer), meningkat dari sebelumnya tiga unit, yang bekerja menekan bau sejak dari sumber proses sebelum berpotensi menyebar ke lingkungan sekitar.

Diketahui warga sekitar masih mengeluhkan pengoperasian RDF Plant Rorotan yang dinilai mencemari lingkungan mereka, terutama terkait bau sampah dan membuat warga sekitar tidak nyaman.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |