Raya dalam kesederhanaan di tenda pengungsi

2 weeks ago 8
Ketika orang bersedekah untuk kami, kami juga bersedekah lagi untuk orang. Kan, itu lebih baik

Aceh Timur, Aceh (ANTARA) - Mereka yang telah kehilangan segalanya, tanpa ragu tetap membagi rezeki kepada sesama, entah membagi seporsi makanan, seikat buah, hingga segelas air minum yang sukar didapat pascabencana.

Sebisa mungkin mereka berupaya untuk tetap memberi; Meski dalam kondisi serba kekurangan, keinginan untuk bersedekah tetaplah ada di dalam diri.

Mereka adalah penyintas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh pada November 2025.

Pemandangan perayaan bulan suci Ramadhan di tenda pengungsian mendatangkan hangat yang menyesakkan bagi relung jiwa yang menyaksikannya.

Rasanya terbelah; di satu sisi mereka menunjukkan makna berbagi yang sesungguhnya, di sisi lain terdapat miris yang menyayat hati.

Alih-alih berada dalam perlindungan rumah dengan empat dinding yang kokoh, para korban bencana melalui Ramadhan di bawah tenda berwarna jingga bertuliskan BNPB.

Alih-alih terpasang ucapan bertuliskan “Marhaban ya Ramadhan”, ucapan yang terpasang di tempat mereka adalah “Hunian Darurat”.

Warga Desa Gampong Gunci berada di kompleks hunian darurat di Sawang, Aceh Utara, Aceh, Senin (16/2/2026). Sebanyak 326 jiwa dari 85 KK dari Desa Gampong Gunci telah menempati hunian darurat selama tiga bulan kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda desa tersebut pada akhir November 2025 dan dijadwalkan akan pindah ke hunian sementara pada awal Ramadhan 1447 H. (ANTARAFOTO/Aprillio Akbar)

Berbagi kepada sesama

“Kami banyak rindu. Biasa kami berkumpul, sekarang di tenda. Bingunglah kami bercerita, tetapi alhamdulillah kami masih aman,” ujar Kepala Dusun Lhok Pungki, Firmadi.

Firmadi adalah penyintas bencana banjir dan tanah longsor yang menempati tenda BNPB sejak bencana melanda Dusun Lhok Pungki yang berlokasi di Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Aceh.

Baca juga: Warga Dusun Lhok Pungki gelar "meugang" di pengungsian jelang Ramadhan

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |