Qatar kecam keras penargetan wilayahnya, tegaskan hak untuk respons

4 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Qatar mengecam keras penargetan wilayah mereka oleh rudal balistik Iran, dan mengecamnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayahnya.

Serangan tersebut juga dinilai sebagai eskalasi yang tidak dapat diterima yang dapat mengancam keamanan dan stabilitas kawasan, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar, pada Sabtu (28/2).

"Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa Negara Qatar berhak sepenuhnya menanggapi serangan ini sesuai ketentuan hukum internasional dan dengan cara yang proporsional dengan sifat agresi tersebut," menurut pernyataan itu.

Qatar juga berhak untuk merespons serangan tersebut untuk membela kedaulatannya dan untuk melindungi keamanan serta kepentingan nasionalnya.

Kemlu Qatar menekankan bahwa negara tersebut telah dan terus menjadi salah satu pendukung utama dialog dengan Republik Islam Iran, dan secara konsisten menyerukan pendekatan ini sebagai landasan optimal untuk mengatasi perbedaan dan menyelesaikan perselisihan melalui cara damai, guna menyelamatkan kawasan dari risiko eskalasi.

Mereka juga menegaskan bahwa penargetan wilayah Qatar tidak sesuai dengan prinsip-prinsip bertetangga baik dan tidak dapat diterima dengan dalih atau pembenaran apa pun.

Namun, penargetan kembali terhadap wilayahnya tidak mencerminkan itikad baik dan mengancam fondasi kesepahaman yang menjadi dasar hubungan bilateral antara kedua negara.

Pada Sabtu pagi (28/2), Kementerian Pertahanan Israel mengatakan bahwa mereka meluncurkan serangan terhadap Iran dan menetapkan status darurat di seluruh wilayahnya.

Beberapa waktu kemudian, Amerika Serikat (AS) juga melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran Iran dari udara dan laut, menurut laporan Reuters pada Sabtu (28/2), mengutip seorang pejabat AS.

Sebagai aksi balasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi peluncuran gelombang pertama serangan roket terhadap Israel. Teheran meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel sebagai tanggapan atas agresi rezim Zionis tersebut terhadap Iran.

Serangan balasan Iran juga menargetkan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Baca juga: Uni Emirat Arab kecam serangan Iran terhadap negaranya dan kawasan

Baca juga: Serangkaian ledakan keras terdengar di Qatar dan Uni Emirat Arab

Baca juga: Korban tewas siswi SD akibat serangan AS di Iran capai 85 orang

Pewarta: Katriana
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |